Isuenasional, Dumai — Pemerintah Kota Dumai terus memacu percepatan penanganan banjir melalui pembangunan polder di sejumlah titik strategis. Wali Kota Dumai, Paisal, memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Ganti Rugi Lahan dan Bangunan pada Polder Segment II, III, VI, VII, dan VIII yang digelar di Ruang Rapat Bappeda Kota Dumai, Senin (13/10/2025).
Rapat tersebut menjadi tindak lanjut dari program pengendalian banjir yang kini memasuki tahap pengerjaan fisik, termasuk pembangunan tanggul di beberapa kawasan rawan genangan. Paisal menekankan bahwa proses ini harus berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Minimal ada aksi nyata di lapangan. Rencana pengendalian banjir ini harus segera dieksekusi. Untuk wilayah yang berada di area hutan bakau juga harus segera dituntaskan, karena hutan bakau ini merupakan aset nasional,” ujar Paisal.
Ia juga meminta agar seluruh tahapan pengerjaan diawali dengan pembahasan administratif yang matang. Tujuannya, agar pelaksanaan di lapangan tidak menemui hambatan, terutama dalam hal ganti rugi lahan.
“Kita harus turun langsung ke lokasi dengan tim lengkap. Petakan dulu luasan lahan yang akan dieksekusi, supaya ganti ruginya bisa disiapkan dengan baik,” tambahnya.
Rencana pembangunan polder ini akan difokuskan pada penyelesaian tahap pengerjaan sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Pemerintah berharap proyek ini mampu menjadi solusi jangka panjang terhadap permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah Dumai setiap musim hujan.
Dalam rapat tersebut turut hadir Sekda Kota Dumai, para Kepala OPD, Camat, Lurah, serta jajaran Bappeda dan Dinas PUPR Kota Dumai, yang siap bersinergi dalam mempercepat proses implementasi proyek.
sumber: Infopublik.id

