Jakarta,isuenasional.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengajak seluruh jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui budaya kerja yang bersih, transparan, dan melayani. Seruan ini ia sampaikan pada puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Menhub Dudy menegaskan bahwa sektor transportasi memiliki hubungan langsung dengan keselamatan dan kelancaran hidup jutaan orang setiap hari. Karena itu, integritas petugas di darat, laut, udara, dan kereta api menjadi faktor penting yang tidak dapat ditawar. “Penguatan budaya bersih, transparan, dan melayani adalah agenda yang tidak pernah boleh berhenti,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa antikorupsi bukan hanya slogan, tetapi tercermin dari tindakan nyata dalam pelayanan. “Saat seorang petugas memberi layanan dengan niat baik, itulah antikorupsi. Saat proses perizinan transparan dan bebas pungli, itulah antikorupsi. Saat petugas lapangan melaksanakan ramp check tanpa kompromi, itulah antikorupsi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub Dudy juga menyampaikan apresiasi atas capaian Survei Penilaian Integritas (SPI) Kemenhub tahun 2024 yang mencapai skor 73,5, berada di atas rata-rata nasional. SPI merupakan survei nasional oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memotret integritas lembaga publik.
Kemenhub juga mencatat skor Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) level 3, menandakan sistem pengendalian internal yang matang, digitalisasi layanan perizinan yang semakin maju, serta pengawasan internal yang semakin kuat. Dudy berharap capaian tersebut terus dipertahankan. “Ini menunjukkan satu hal, kita sudah di jalur yang benar tetapi harus menjaga konsistensinya,” ujarnya.
Menhub turut mengapresiasi kerja sama KPK dalam pencegahan korupsi serta peran Inspektorat Jenderal sebagai tulang punggung pengawasan internal. Ke depan, menurutnya, tantangan sektor transportasi akan semakin kompleks, mulai dari digitalisasi perizinan, pengawasan otomatis, modernisasi layanan, hingga penataan rantai logistik. Ia mengingatkan bahwa teknologi dan sistem transportasi tidak akan berjalan baik tanpa integritas para pelaksananya.
“Mari menjadikan integritas sebagai cara bekerja, bukan sekadar kampanye. Mari jadikan budaya bersih ini sebagai bagian dari martabat kita sebagai pelayan publik,” tegasnya.
Di akhir acara, Menhub Dudy juga menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Awal pekan ini, ia telah mengunjungi Medan dan Aceh untuk meninjau langsung perbaikan simpul transportasi yang terdampak. “Saya melihat langsung bagaimana jajaran Kemenhub bergerak cepat bersama petugas kementerian dan lembaga lainnya. Transportasi bukan sekadar sistem, tapi urat nadi kemanusiaan,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, bersama para pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenhub.
Sumber : Infopublik

