Isuenasional, Buleleng – Semangat Kartini tak berhenti pada simbol perjuangan. Di Buleleng, para perempuan turun langsung ke pantai, membersihkan sampah dan menggerakkan kesadaran lingkungan dari akar keluarga.
Semangat perjuangan R.A. Kartini di Kabupaten Buleleng diwujudkan dalam aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan bersih-bersih Pantai Kubu Jati, Jumat (17/4/2026).
Aksi ini digagas oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng bersama Dharma Wanita Persatuan dan Gabungan Organisasi Wanita. Para peserta tampak mengenakan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia sekaligus wujud pelestarian nilai budaya.
Ketua TP PKK Buleleng, Wardhani Sutjidra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan Kartini, tetapi bagian dari gerakan berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan bebas sampah.
Ia menekankan bahwa persoalan sampah dapat diselesaikan sejak dari rumah tangga melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik serta mengolahnya secara mandiri.
“Sekitar 65 persen sampah rumah tangga sebenarnya bisa ditangani langsung dari sumbernya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan konsep PEDAS (Palemahan Kedas), sebuah gerakan yang menekankan tanggung jawab individu dalam pengelolaan sampah mulai dari lingkungan keluarga.
Wardhani menyebut, perempuan memiliki peran strategis dalam mengubah pola pikir masyarakat. Ketika perempuan bergerak, dampaknya akan meluas hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
“Perubahan besar dimulai dari rumah. Perempuan punya peran penting dalam membentuk kebiasaan itu,” tambahnya.
Aksi bersih pantai ini juga dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, serta jajaran perangkat daerah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap gerakan berbasis masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, semangat Kartini tidak hanya diperingati sebagai simbol perjuangan perempuan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi konkret menjaga alam demi keberlanjutan generasi mendatang. (Lia)
Sumber: Infopublik.id

