Isuenasional, Surabaya — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api mendapat apresiasi tinggi dari Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA). Kabupaten Pasuruan resmi ditetapkan sebagai pelopor terbaik keselamatan perlintasan kereta api di Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli Utama Direktur Keselamatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus Ketua Umum DPP SPKA, Edi Suryanto, kepada Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dalam kegiatan audiensi di Ruang Kerja Bupati.
Turut hadir Ketua DPD SPKA Daop 9 Jember Ferry Eko Pramono, Ketua DPD SPKA Daop 8 Surabaya Dian Alif Sugiarto, serta sejumlah pengurus SPKA lainnya. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menerima miniatur lokomotif CC 206 sebagai simbol penghargaan.
“Kabupaten Pasuruan merupakan contoh yang sangat baik bagi seluruh pimpinan daerah di Indonesia dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Kami memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi Pemkab Pasuruan,” ujar Edi Suryanto, Rabu (15/10/2025).
Edi menegaskan, SPKA akan terus mendukung peningkatan keselamatan perjalanan kereta api di seluruh Indonesia melalui kolaborasi antara operator kereta, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menanggapi penghargaan tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada SPKA. Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab Pasuruan telah melakukan berbagai langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk pembangunan palang pintu dan pos penjagaan.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan perlintasan yang belum memiliki palang pintu. Pembangunannya menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim, sedangkan operasionalnya berada di bawah Pemkab Pasuruan,” terang Rusdi.
Hingga saat ini, dari total target 60 Jalur Perlintasan Langsung (JPL), Pemkab Pasuruan melalui Dinas Perhubungan telah merealisasikan sekitar 30 JPL. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap guna menjamin keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.
Namun, Rusdi mengakui, keterbatasan anggaran daerah akibat pemangkasan APBD hingga Rp300 miliar menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan target tersebut. Meski begitu, upaya pengendalian dan peningkatan keselamatan tetap berjalan dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, memastikan pihaknya akan menuntaskan pembangunan perlintasan sebidang secara kolaboratif bersama Pemprov Jatim, Kementerian Perhubungan, dan PT KAI Daop 9 Jember.
“Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu yang terbaik dalam membangun palang pintu dan pos jaga di perlintasan. Tahun 2025 kami juga mendapat bantuan dari Pemprov Jatim dan Kemenhub, serta terus melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat,” tegas Digdo.
Dengan penghargaan ini, Kabupaten Pasuruan diharapkan menjadi teladan nasional dalam hal keselamatan perlintasan, sinergi lintas lembaga, dan ketangguhan menghadapi tantangan keselamatan transportasi darat.
sumber: Infopublik.id

