Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Indonesia Peringkat Dua Dunia Kasus TBC, Pakar: 12-14 Orang Meninggal Setiap Jam
Daerah

Indonesia Peringkat Dua Dunia Kasus TBC, Pakar: 12-14 Orang Meninggal Setiap Jam

IsueNasionalBy IsueNasionalApril 7, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

YOGYAKARTA | isuenasional.com– Situasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kian mengkhawatirkan. Pakar kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Rina Triasih, M.Med (Paed), Ph.D, Sp.A(K), mengungkapkan bahwa Indonesia kini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC dengan estimasi mencapai 1.090.000 kasus.

Angka kematian akibat penyakit ini pun sangat tinggi, yakni berkisar antara 12 hingga 14 orang setiap jamnya.

Bahaya Tersembunyi: Gejala yang Lambat Muncul

Dalam podcast TropmedTalk yang dirilis Pusat Kedokteran Tropis UGM, dr. Rina menekankan bahwa TBC memiliki tingkat bahaya yang setara dengan COVID-19. Perbedaannya, TBC sering kali dianggap kurang berbahaya karena bersifat kronis dan gejalanya tidak langsung muncul.

“Gejala TBC tidak langsung muncul setelah seseorang tertular kuman, melainkan baru berkembang dalam rentang waktu sekitar 4-12 minggu,” jelas dr. Rina. Keterlambatan deteksi inilah yang meningkatkan risiko penularan luas di masyarakat.

Stigma Masih Jadi Hambatan Utama

Selain kendala geografis dan ketimpangan akses layanan kesehatan antarwilayah, dr. Rina menyoroti stigma sosial sebagai penghalang besar dalam penanggulangan TBC.

Masyarakat sering kali takut memeriksakan diri karena khawatir didiagnosis TBC.

Adanya ketakutan kehilangan pekerjaan jika status penyakitnya diketahui.

Masih adanya anggapan keliru bahwa TBC adalah penyakit keturunan, padahal TBC adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan.

Strategi Penanggulangan: Search, Treat, and Prevent

Sebagai Direktur Zero TB Yogyakarta, dr. Rina menjelaskan bahwa penanganan TBC memerlukan pendekatan komprehensif melalui strategi Search, Treat, and Prevent:

Search: Penemuan kasus secara aktif (active case finding) di masyarakat.

Treat: Pengobatan yang tepat dan tuntas bagi penderita.

Prevent: Pemberian terapi pencegahan bagi kelompok yang berisiko tinggi tertular.

Ia juga mengapresiasi inovasi dari Kementerian Kesehatan RI, seperti penggunaan rontgen portabel untuk menjangkau daerah terpencil dan rencana konsep One Stop Service (OSS) yang mengintegrasikan skrinning TBC dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Imbauan Kepada Masyarakat

Masyarakat diminta untuk tidak menyepelekan gejala batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan adalah langkah kunci untuk memutus rantai penularan.

Pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, namun pencapaian ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pihak swasta, hingga peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

(Red / Erwin)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCetak Pilot Drone Profesional Berbasis AI untuk Warga Rentan Miskin
Next Article Lussy Renata Rilis “Pesan Terakhir”: Anthem Patah Hati & Keikhlasan yang Menyentuh Hati
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

Kisah Mina, Kartini Masa Kini di Balik Sapuan Jalan Kota Pekanbaru

April 22, 2026
Berita Unggulan

Kartini Masa Kini: Perempuan Dominasi Layanan Kesehatan di RSUD Arifin Achmad

April 22, 2026
Berita Unggulan

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Kisah Mina, Kartini Masa Kini di Balik Sapuan Jalan Kota Pekanbaru

April 22, 2026 Berita Unggulan

Kartini Masa Kini: Perempuan Dominasi Layanan Kesehatan di RSUD Arifin Achmad

April 22, 2026 Berita Unggulan

Harga TBS Sawit Riau Turun Pekan Ini, Tertekan Penurunan CPO Global

April 22, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026165 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

Kisah Mina, Kartini Masa Kini di Balik Sapuan Jalan Kota Pekanbaru

April 22, 2026

Kartini Masa Kini: Perempuan Dominasi Layanan Kesehatan di RSUD Arifin Achmad

April 22, 2026

Harga TBS Sawit Riau Turun Pekan Ini, Tertekan Penurunan CPO Global

April 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.