Isuenasional, Pekanbaru – Pagi bahkan belum benar-benar datang ketika Mina melangkah menyusuri jalanan Kota Pekanbaru. Mengenakan rompi biru dan membawa sapu, ia memulai tugasnya menjaga kebersihan kota sejak dini hari.
Di momen peringatan Hari Kartini, sosok Mina menjadi gambaran nyata semangat perjuangan perempuan masa kini, seperti yang diwariskan Raden Ajeng Kartini.
Sebagai petugas kebersihan, Mina telah bertahun-tahun mengabdikan diri. Ia berangkat dari rumahnya di sekitar perbatasan Pekanbaru–Rimbo Panjang sejak pukul 03.30 WIB agar dapat mulai bekerja sebelum aktivitas kota meningkat.
Rutinitas tersebut dijalaninya setiap hari. Prinsipnya sederhana: pekerjaan harus diselesaikan sebelum pulang.
Di sepanjang jalan, ia menghadapi berbagai jenis sampah, mulai dari plastik hingga limbah rumah tangga. Kondisi yang tidak selalu nyaman, termasuk bau menyengat, menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya.
“Kerja seperti ini menambah pahala. Menjaga kebersihan itu bagian dari iman,” ujar Mina saat ditemui di Jalan Cut Nyak Dien, Selasa (21/4/2026).
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Mina juga turut menopang ekonomi keluarga. Ia percaya bahwa perempuan masa kini harus berani bekerja tanpa dibatasi gengsi.
“Kalau masih memilih-milih pekerjaan, kita tidak bisa bergerak. Sekarang ekonomi semakin sulit,” katanya.
Lebih dari sekadar rutinitas, setiap sapuan yang ia lakukan menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap masyarakat juga ikut berperan menjaga kebersihan kota.
“Kalau kita sama-sama menjaga lingkungan, kota ini pasti bersih,” ujarnya.
Kisah Mina menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak selalu hadir dalam panggung besar. Tanpa kebaya dan sorotan, perjuangan itu hidup dalam kerja nyata, dalam langkah sunyi sebelum fajar dan komitmen menjaga kota tetap bersih.(Lia)
Sumber: Infopublik.id

