Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Yogyakarta Tetap Jadi Primadona Wisata, Tapi Perlu Kolaborasi Nyata!
Wisata

Yogyakarta Tetap Jadi Primadona Wisata, Tapi Perlu Kolaborasi Nyata!

IsueNasionalBy IsueNasionalApril 21, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Yogyakarta tetap jadi destinasi favorit meski daya beli menurun. Kunci keberlanjutan pariwisata ada pada kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri. foto: Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilasinformasi.com, Yogyakarta, – Di tengah tekanan daya beli masyarakat yang terus menurun, Yogyakarta masih memancarkan pesonanya sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Kota yang kaya budaya ini terus jadi tujuan favorit wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun di balik gemerlapnya Malioboro dan ramainya angkringan, muncul tantangan baru yang harus dijawab bersama oleh pemerintah dan pelaku industri pariwisata.

Tazbir Abdullah, Ketua Dewan Penasehat Kadin DIY, mengungkapkan bahwa kekuatan utama Yogyakarta terletak pada warisan budayanya yang unik dan ikonik.

Baca Juga, Kilasinformasi: Ekspor Produk Kulit Naik, Kemenperin Genjot Sentra IKM Kulit di Yogyakarta

“Jogja punya dua pasar sekaligus—domestik dan internasional. Malioboro itu bukan hanya tempat belanja, tapi simbol,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Banguntapan, Senin (21/4/2025).

Namun, di balik angka kunjungan yang masih tinggi, Tazbir mencatat adanya penurunan signifikan pada aktivitas belanja wisatawan. Hal ini, menurutnya, menjadi alarm penting bagi pelaku industri wisata untuk berbenah dan lebih solid bekerja sama.

“Kita tidak bisa hanya berharap Jogja akan terus menarik wisatawan dengan sendirinya. Harus ada sinergi nyata antara pemerintah, pelaku usaha hotel, agen wisata, hingga komunitas kreatif. Jogja tidak akan tenggelam kalau semua bergerak bersama,” tegasnya.

Tazbir Abdullah. Foto: Istimewa

Tazbir juga menyoroti pentingnya digitalisasi promosi. Di era media sosial, strategi pemasaran tidak bisa lagi konvensional.

“Banyak hotel sudah mulai shifting ke promosi digital, dan itu harus ditopang oleh narasi budaya yang kuat agar tetap relevan,” imbuhnya.

Seni rupa lokal disebut sebagai potensi besar yang belum tergarap maksimal. “Banyak pameran seni, tapi belum nyambung ke ekosistem wisata. Tamu hotel seharusnya bisa diarahkan ke galeri seni, supaya mereka juga membawa pulang cerita dari Jogja, bukan sekadar oleh-oleh,” tambahnya.

Namun, tidak semua pihak melihat sisi cerah dari geliat pariwisata ini.

Agus Budi Rahman, seorang pemerhati pariwisata, menyuarakan kegelisahan masyarakat lokal atas arah pembangunan kota. Ia mengungkap bahwa pertumbuhan pesat sektor properti dan hotel sering kali menyingkirkan kepentingan warga kecil.

“Jogja memang nyaris tak pernah tidur. Tapi apakah pembangunan yang terjadi benar-benar berpihak pada rakyat?” ujarnya saat ditemui di sebuah kafe di pusat kota.

Agus Budi Rahman. Foto: Istimewa

Menurutnya, wajah Yogyakarta mulai berubah. Identitasnya sebagai “kota pelajar” dan kota budaya kini dinilai makin eksklusif, sulit diakses oleh kalangan menengah ke bawah. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti kesejahteraan merata.

“Romantisme Jogja sebagai kota yang ramah dan membumi kini mulai tergerus. Banyak yang merasa ditinggalkan dalam geliat pembangunan yang terlalu berorientasi komersial,” tuturnya.

Agus menekankan pentingnya membuka ruang dialog yang inklusif, agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pelaku aktif dalam pembangunan kota.

“Jogja harus berani bertanya: kita mau ke mana? Dan semua pihak, pemerintah, industri, masyarakat, harus menjawabnya bersama-sama,” pungkasnya.

Yogyakarta memang masih jadi magnet wisata, tapi mempertahankan daya tarik itu butuh lebih dari sekadar branding. Dibutuhkan kolaborasi nyata dan kesadaran kolektif untuk menjaga jati diri kota sekaligus mendorong pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan. (28)

#Malioboro industri pariwisata Jogja kota budaya kolaborasi pemerintah Pariwisata Yogyakarta pembangunan Yogyakarta promosi wisata digital wisata Jogja wisata seni Jogja Yogyakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSemangat Kartini: Nafas Baru Kepemimpinan Perempuan di Polri
Next Article Wabup Sleman Ajak Petani Kopi Merapi Tingkatkan Produktivitas dan Ekspansi Pasar!
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

Diaspora Banyuwangi Jadi Motor Ekonomi Daerah, Ikawangi Siap Dorong Investasi dan Pariwisata

April 20, 2026
Berita Unggulan

Festival Janda Reni Banyuwangi Hidupkan Kuliner Osing, Sego Lemeng dan Kopi Uthek Jadi Daya Tarik Wisata

April 20, 2026
Berita Unggulan

Agus Budi Rahmanto: Senyum Tulus Lebih Mahal dari Promosi Pariwisata

Januari 26, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026 Berita Unggulan

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026 Berita Unggulan

Bupati Muara Enim Apresiasi Dandim 0404, Sertijab Jadi Momentum Perkuat Sinergi TNI

April 21, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026162 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026136 Views
Terbaru

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026

Bupati Muara Enim Apresiasi Dandim 0404, Sertijab Jadi Momentum Perkuat Sinergi TNI

April 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.