Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas: 36 Tahun Menuntun Yogyakarta dengan Kebijaksanaan
Berita Unggulan

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas: 36 Tahun Menuntun Yogyakarta dengan Kebijaksanaan

IsueNasionalBy IsueNasionalMaret 7, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas merayakan 36 tahun bertakhta di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dedikasi mereka dalam memimpin dan menjaga kesejahteraan masyarakat Yogyakarta menjadi contoh teladan bagi generasi mendatang. foto : Infokeraton
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilasinformasi.com 7 Maret 2025, – Tepat pada 7 Maret 2025, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas telah genap bertakhta selama 36 tahun di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Perjalanan panjang ini menjadi bukti dedikasi keduanya dalam menjaga nilai-nilai budaya, adat, serta kesejahteraan masyarakat Yogyakarta.

Perjalanan Sang Sultan Menuju Takhta

Sebelum dinobatkan sebagai raja, Sri Sultan Hamengku Buwono X lahir dengan nama Bendara Raden Mas (BRM) Herjuno Darpito. Beliau menghabiskan masa kecilnya di Yogyakarta dan mendapat banyak pelajaran dari sang ayah, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang dikenal sebagai pemimpin visioner.

Baca Juga, Kilasinformasi : Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan Pimpin Apel Satpol PP dan Tekankan Penanganan Sampah yang Efektif

Menginjak dewasa, BRM Herjuno Darpito diberikan amanah sebagai Pangeran Lurah, gelar yang menunjukkan kedudukannya sebagai yang dituakan di antara para pangeran di Keraton Yogyakarta. Sebagai bagian dari perjalanan menuju kepemimpinan, beliau kemudian dianugerahi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Mangkubumi—sebuah gelar yang melekat pada calon penerus takhta.

Pada 7 Maret 1989, atau bertepatan dengan Selasa Wage, 29 Rejeb 1921, beliau resmi dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono X, menggantikan ayahandanya. Pada saat yang sama, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas juga dinobatkan sebagai permaisuri, mendampingi Sultan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Kasultanan dan masyarakat Yogyakarta.

Dedikasi dalam Memimpin Yogyakarta

Selama lebih dari tiga dekade, Sri Sultan Hamengku Buwono X telah membawa Yogyakarta melewati berbagai dinamika, baik di bidang sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. Sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, beliau memainkan peran penting dalam menjaga kearifan lokal sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Di sisi lain, GKR Hemas turut aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan serta kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan beliau di dunia politik dan sosial menjadikannya sosok permaisuri yang berpengaruh dalam berbagai kebijakan strategis.

Harapan dan Doa untuk Sultan dan Permaisuri

Perjalanan panjang kepemimpinan ini tentu tidak lepas dari tantangan. Namun, dengan kebijaksanaan dan keteguhan hati, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas tetap menjadi panutan bagi masyarakat Yogyakarta.

Baca Juga, Kilasinformasi : Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Ungkap Pelajaran dari Retret Kepala Daerah di Akmil

Semoga keduanya senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, serta kesabaran dalam menjalankan amanah untuk memimpin dan menjaga kelestarian budaya serta kesejahteraan rakyat Yogyakarta.

Selamat memperingati 36 tahun bertakhta, Ngarsa Dalem dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas! (Herman]

Sumber : Info Keraton

36 tahun bertakhta budaya Yogyakarta GKR Hemas Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta hak perempuan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Kepemimpinan. Kesejahteraan Masyarakat sejarah Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X Yogyakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSafari Tarawih Perdana di Manggong, Harda Ajak Masyarakat Bersinergi Membangun Sleman
Next Article Pelunasan Biaya Haji Reguler Capai 72%, 147.247 Kuota Terisi dalam Tiga Pekan
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026
Berita Unggulan

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026
Berita Unggulan

Bupati Muara Enim Apresiasi Dandim 0404, Sertijab Jadi Momentum Perkuat Sinergi TNI

April 21, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026 Berita Unggulan

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026 Berita Unggulan

Bupati Muara Enim Apresiasi Dandim 0404, Sertijab Jadi Momentum Perkuat Sinergi TNI

April 21, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026162 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026136 Views
Terbaru

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026

Bupati Muara Enim Apresiasi Dandim 0404, Sertijab Jadi Momentum Perkuat Sinergi TNI

April 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.