Isuenasional, Pinrang – Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid menegaskan bahwa keberadaan Museum dan Taman Budaya Lasinrang merupakan langkah penting untuk melestarikan adat istiadat dan budaya daerah. Menurutnya, budaya adalah identitas bangsa yang harus terus dipelihara agar tidak tergerus zaman.
“Adat istiadat dan budaya adalah jati diri kita. Dengan museum dan taman budaya ini, saya berharap masyarakat Pinrang semakin mencintai dan menjaga warisan leluhur yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Irwan Hamid dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang, A. Macca Moenta, saat peresmian di Pinrang, Sabtu (27/9/2025).
Peresmian tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Sekretariat Adventure Culture Pinrang International Folklore Festival (PIFF) 2025. Festival ini, menurut Bupati, bukan hanya sarana memperkenalkan budaya lokal, tetapi juga menjadi wujud keterbukaan Pinrang pada dunia internasional tanpa kehilangan jati dirinya.
Ketua Dewan Kesenian Pinrang, Sri Widiati A. Irwan, menyampaikan optimisme bahwa Pinrang mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi perhelatan budaya berskala internasional. Ia menegaskan bahwa Museum Lasinrang akan menjadi ruang edukasi strategis untuk memperkaya wawasan generasi muda sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.
Selain sebagai pusat edukasi dan wisata budaya, museum ini juga diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Kehadirannya diyakini bisa menjadi katalis lahirnya peluang ekonomi kreatif, mulai dari kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga pertunjukan seni yang mengangkat kearifan lokal.
Dengan hadirnya Museum dan Taman Budaya Lasinrang, Kabupaten Pinrang semakin menegaskan perannya dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat posisi sebagai daerah yang kaya budaya dan terbuka bagi dunia.
sumber: Infopublik.id

