Pontianak, Isue Nasional — Pelaksanaan Mikro Desk On The Street (MikroDOTS) 2025 di area Car Free Day (CFD) Kota Pontianak pada Minggu (23/11/2025) menandai dimulainya layanan terpadu yang mendekatkan berbagai fasilitas pendampingan dan perlindungan usaha mikro langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang pertama kali diluncurkan di Pontianak pada Maret 2025, menjadikan kota tersebut sebagai daerah percontohan nasional dalam pengembangan ekosistem UMKM berbasis pelayanan langsung.
Acara ini dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurahman, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta Ketua TP PKK Kalbar Ny. Erlina Norsan. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya penyederhanaan akses layanan bagi UMKM melalui pendekatan yang lebih ramah dan dekat dengan masyarakat.
Menteri UMKM Maman Abdurahman menjelaskan bahwa MikroDOTS dirancang membawa suasana layanan yang tidak kaku dan mudah dijangkau.
“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM tidak merasa tegang atau kesulitan saat berhadapan dengan institusi pemerintah maupun lembaga pendukung seperti OJK dan pihak terkait lainnya. Insya Allah seluruh institusi di Kalimantan Barat akan memberikan pelayanan yang ramah dan mudah bagi UMKM,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa MikroDOTS merupakan program pertama di Indonesia dan Kalimantan Barat menjadi role model bagi daerah lainnya.
“Acara seperti ini belum pernah ada sebelumnya, dan Kalimantan Barat menjadi role model bagi daerah lainnya,” tambahnya.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi terselenggaranya MikroDOTS 2025 dan menilai program tersebut sangat membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro.
“Berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah, seperti sertifikasi halal dan akses pembiayaan melalui KUR, sangat membantu pelaku usaha mikro untuk berkembang dan naik kelas,” jelasnya.
Ia juga memotivasi para pelaku UMKM agar tetap optimistis dalam menjalankan usaha.
“Berusahalah semaksimal mungkin, jangan ada kata gagal, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda,” tegasnya.
MikroDOTS 2025 menghadirkan sejumlah layanan strategis, di antaranya:
-
Percepatan sertifikasi dan perizinan, termasuk sertifikasi halal dan legalitas usaha mikro.
-
Sosialisasi dan pembekalan mengenai hukum usaha, pemasaran digital, serta akses pembiayaan.
-
Kolaborasi lintas sektor, melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan dukungan inisiatif lokal seperti program Kota Masa Depan dari Grab untuk mempercepat transformasi digital UMKM.
Dengan hadirnya MikroDOTS 2025, diharapkan pelaku UMKM di Kalimantan Barat semakin mudah memperoleh layanan usaha, perlindungan hukum, pendampingan, serta kesempatan berkembang lebih maju di tengah kompetisi ekonomi yang terus meningkat.
Sumber : InfoPublik

