Isuenasional, Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo menerima audiensi dari Groof Company, perusahaan asal Swiss yang tertarik mengembangkan industri sport entertainment Indonesia. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Menpora di Kompleks Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Jumat (11/7) sore.
Kedatangan Groof Company bertujuan menjajaki peluang kolaborasi dalam bentuk pertunjukan hiburan olahraga, yang menggabungkan talent development dan entertainment. Konsep ini dirancang berlangsung di dua negara: Indonesia dan Swiss.
“Indonesia punya potensi luar biasa di sport entertainment, terutama sepak bola yang memiliki basis penggemar besar,” ujar Dorian Esterer, perwakilan Groof Company.
Dorian juga menyinggung rencana mengangkat semangat Piala Dunia 2026 dalam proyek ini. Tak hanya sepak bola, Menpora Dito mendorong agar program kolaboratif tersebut juga menyentuh cabang olahraga khas Indonesia seperti pencak silat.
“Kalau bisa, sepak bola dipadukan dengan olahraga tradisional seperti pencak silat. Ini akan menjadi nilai tambah budaya,” ucap Dito.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kemenpora dalam pengembangan industri olahraga secara menyeluruh, tak hanya event dan perlengkapan. Menpora menyatakan siap memfasilitasi komunikasi lanjutan melalui LPDUK/Inaspro, lembaga di bawah Kemenpora yang mengelola dana dan usaha keolahragaan.
Ratu Tisha Destria, Tenaga Ahli Kemenpora Bidang Diaspora dan Diplomasi Olahraga, menilai kolaborasi ini sebagai inovasi yang membuka ruang baru di industri olahraga.
“Groof membawa format hiburan yang memadukan pengembangan bakat dan pertunjukan, yang artinya menyentuh sisi sport dan juga entertainment sekaligus,” jelas Ratu Tisha.
Dengan dukungan dari Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga( kedeputian baru di Kemenpora) proyek ini diharapkan dapat diformulasikan lebih teknis bersama Inaspro, dan menjadi pemantik berkembangnya sektor industri olahraga yang lebih luas.
Hadir mendampingi Menpora dalam pertemuan tersebut antara lain Staf Khusus Bidang Peningkatan Prestasi dan Pengembangan Industri Olahraga Ardima Rama Putra, Staf Khusus Bidang Inovasi Pemuda dan Olahraga Hasintya Saraswati, serta Direktur LPDUK/Inaspro Ferry Yuniarto Kono.
Sumber: Kemenpora

