Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » KKP Peringatkan Ancaman Kematian Ikan Massal di Waduk Jatiluhur, Masyarakat Diminta Waspada
Berita Unggulan

KKP Peringatkan Ancaman Kematian Ikan Massal di Waduk Jatiluhur, Masyarakat Diminta Waspada

IsueNasionalBy IsueNasionalFebruari 11, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
KKP mengingatkan pembudidaya ikan di Waduk Jatiluhur tentang ancaman kematian massal ikan akibat cuaca ekstrim dan upwelling. Pelajari cara mencegah kerugian besar dalam budidaya ikan. foto : KKP.id
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilas, 11 Februari 2025 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah bergerak cepat untuk mengatasi fenomena kematian ikan massal yang terjadi di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Fenomena ini adalah bagian dari dampak cuaca ekstrim yang kerap terjadi setiap tahun dan menyebabkan penurunan kualitas air, khususnya kekurangan oksigen, yang berujung pada kematian massal ikan budidaya.

Peristiwa kematian ikan ini semakin diperburuk oleh fenomena upwelling, yang mengurangi pasokan oksigen terlarut di perairan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan kepada masyarakat pembudidaya ikan untuk tidak menunda-nunda panen dan selalu memperhatikan tanda-tanda awal penurunan kualitas air.

KKP Dukung Nelayan Tangerang dengan Program Pemberdayaan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan

Penyebab Kematian Massal Ikan di Waduk Jatiluhur

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu (Tebe), menjelaskan bahwa kematian massal ikan di Waduk Jatiluhur merupakan fenomena alam tahunan yang dipicu oleh cuaca ekstrim, yang menurunkan kualitas air dan mengurangi pasokan oksigen dalam jumlah signifikan. “Fenomena ini seharusnya tidak terjadi lagi, karena KKP setiap tahun selalu memberikan imbauan kepada daerah yang memiliki perairan umum mengenai pencegahan kematian massal ikan,” kata Tebe.

Selain masalah upwelling, masalah lain yang turut memperburuk situasi adalah penggunaan Keramba Jaring Apung (KJA) yang melebihi kapasitas daya dukung perairan. KKP sebelumnya telah mengingatkan agar jumlah KJA sesuai dengan standar dan kapasitas yang telah ditentukan melalui zonasi yang berlaku.

“Penggunaan KJA yang tidak sesuai dengan kapasitas daya dukung perairan merupakan salah satu penyebab utama kematian massal ikan di Waduk Jatiluhur. Kami juga sudah rutin mengingatkan tentang pentingnya periode budidaya yang tepat dan penggunaan KJA yang sesuai,” ujar Tebe.

Upaya KKP dalam Mengatasi Kematian Ikan Massal

KKP telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengendalikan dampak dari kematian massal ikan. Salah satunya adalah melalui pendampingan oleh penyuluh-penyuluh KKP yang memberikan edukasi kepada masyarakat pembudidaya.

Ujang Komarudin, Direktur Ikan Air Tawar KKP, menjelaskan bahwa meskipun banyak pembudidaya yang sudah mengetahui tentang ancaman cuaca ekstrim dan upwelling, masih banyak yang tetap menunda panen ikan agar dapat memperoleh ukuran yang lebih besar. “Meskipun sudah ada peringatan, banyak pembudidaya yang tetap menahan panen ikan, seperti ikan mas, yang sangat bergantung pada kestabilan oksigen dalam air,” jelas Ujang.

Dia mengimbau agar pembudidaya segera melakukan panen total atau panen awal untuk menghindari kerugian lebih besar akibat kematian massal ikan. “KKP juga merekomendasikan untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas budidaya di Waduk Jatiluhur hingga kondisi cuaca kembali normal,” tambahnya.

Kerugian Akibat Kematian Ikan Massal

Total kerugian yang ditimbulkan dari kejadian kematian massal ikan di Waduk Jatiluhur diperkirakan mencapai sekitar 100 ton ikan dengan nilai sekitar Rp 2,2 milyar. Mayoritas ikan yang mati adalah ikan mas, yang dikenal sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Kejadian ini terutama terjadi di dua lokasi, yakni Kampung Pasir Kole, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari dan Kampung Citerbang, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani.

KKP Fokus Kembangkan Desa Wisata Bahari untuk Tingkatkan Ekonomi Pesisir

Tebe juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan perairan dan mengangkat ikan mati untuk mencegah pencemaran lebih lanjut. “Segera angkat ikan yang sudah mati dari perairan dan langsung kubur untuk mencegah kontaminasi yang lebih luas,” ujarnya.

Langkah Keberlanjutan dalam Budidaya Ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengingatkan kepada seluruh pembudidaya ikan untuk selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap kegiatan budidaya. Keberlanjutan ekologi harus dijaga agar tidak hanya menguntungkan di jangka pendek, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem perairan dalam jangka panjang.

“Keberlanjutan dalam budidaya ikan sangat penting, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Kami berharap para pembudidaya dapat mengikuti pedoman yang sudah ditetapkan agar budidaya ikan yang dilakukan ramah lingkungan dan tidak merugikan di masa depan,” kata Trenggono.

Tag: Kematian Ikan Massal, Waduk Jatiluhur, KKP, Cuaca Ekstrim, Upwelling, Keramba Jaring Apung, Panen Awal, Keberlanjutan Budidaya, Ikan Mas, Budidaya Ikan, Perikanan Indonesia.

 

sumber : KKP.id

#KKP Budidaya Ikan Cuaca Ekstrim Ikan Mas Keberlanjutan Budidaya Kematian Ikan Massal Keramba Jaring Apung Panen Awal Perikanan Indonesia. Upwelling Waduk Jatiluhur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSemangat Tinggi Menyertai Tim Indonesia Menuju Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 di Qingdao
Next Article UIN Walisongo Terima Alih Guna Aset 5,4 Hektar untuk Pembangunan Kampus Terpadu dan Madrasah Labschool
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Nasional

  🔥 BANGUN SOLIDITAS DAN KOMITMEN, PANITIA RAT KOSETA SIAP BERGERAK TOTAL MENUJU KESUKSESAN  

April 21, 2026
Berita Unggulan

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026
Berita Unggulan

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

  🔥 BANGUN SOLIDITAS DAN KOMITMEN, PANITIA RAT KOSETA SIAP BERGERAK TOTAL MENUJU KESUKSESAN  

April 21, 2026 Nasional

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026 Berita Unggulan

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026165 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

  🔥 BANGUN SOLIDITAS DAN KOMITMEN, PANITIA RAT KOSETA SIAP BERGERAK TOTAL MENUJU KESUKSESAN  

April 21, 2026

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.