Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Kemenag Sebut Sidang Isbat Sebagai Tanggung Jawab Negara dalam Layanan Keagamaan
Nasional

Kemenag Sebut Sidang Isbat Sebagai Tanggung Jawab Negara dalam Layanan Keagamaan

IsueNasionalBy IsueNasionalFebruari 25, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kemenag RI menyatakan bahwa sidang isbat adalah tanggung jawab negara dalam memberikan kepastian hukum terkait ibadah umat Islam. Sidang isbat melibatkan metode hisab dan rukyat untuk menentukan awal bulan Hijriah dengan landasan ilmiah dan keagamaan yang kuat. foto : kemenag.go.id
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

KilasInformasi.com, 25 Februari 2025 – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa sidang isbat merupakan bagian penting dari layanan keagamaan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Pernyataan ini disampaikan saat membuka acara Catch the Moon yang diselenggarakan di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, pada Senin (24/2/2025).

Sidang isbat, yang melibatkan proses hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal), adalah salah satu bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan kepastian hukum serta ketertiban dalam pelaksanaan ibadah umat Islam, terutama dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa sidang isbat bukanlah sekadar tradisi, melainkan sebuah forum resmi yang memutuskan kapan awal bulan Hijriah dimulai, menggunakan pendekatan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, layanan ini setara dengan layanan keagamaan lain yang diberikan oleh pemerintah, seperti haji, umrah, pendidikan agama, serta sertifikasi halal.

Baca Juga, Kilasinformasi : Sidang Isbat Awal Ramadan 1446 H Digelar 28 Februari 2025, Ini Proses dan Harapannya

“Sidang isbat adalah bagian dari tanggung jawab negara untuk memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah. Ini adalah bentuk nyata dari kehadiran negara dalam kehidupan beragama umat Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Keputusan yang dihasilkan dari sidang isbat memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam, karena mengatur pelaksanaan ibadah puasa, Idulfitri, dan perayaan lainnya yang bergantung pada penentuan awal bulan Hijriah.

Perbedaan Metode Hisab dan Rukyat dalam Penentuan Awal Bulan

Abu Rokhmad juga menyinggung perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu metode hisab dan rukyat. Menurutnya, kedua metode tersebut memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat. Hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan, sementara rukyat mengandalkan pengamatan langsung terhadap hilal (bulan sabit pertama) setelah matahari terbenam.

“Perbedaan antara hisab dan rukyat adalah bagian dari kekayaan intelektual Islam yang harus dihormati. Kedua metode ini memiliki landasan ilmiah dan keagamaan yang kuat, yang telah digunakan dalam sejarah Islam,” jelas Abu Rokhmad.

Ia menegaskan bahwa meskipun ada perbedaan dalam pendekatan, yang terpenting adalah menjaga ukhuwah Islamiyah dan saling menghormati perbedaan pendapat. Kemenag selalu berupaya untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat Islam, lembaga astronomi, dan akademisi, untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil dalam sidang isbat dapat diterima oleh semua pihak.

Baca Juga, Kilasinformasi : Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1446 H Digelar di 125 Titik di Indonesia, Siapkah Anda Menyambut Ramadan?

Dalam kesempatan tersebut, Abu Rokhmad juga menekankan bahwa sidang isbat tidak hanya sebagai ajang untuk menentukan awal bulan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan umat Islam dalam menghadapi perbedaan.

“Kita harus mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan tidak menjadikan perbedaan metode sebagai alasan perpecahan. Sidang isbat harus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dalam keberagaman pandangan di kalangan umat Islam,” tambahnya.

Catch the Moon: Mengedukasi Generasi Muda tentang Ilmu Falak

Acara Catch the Moon yang diadakan Kemenag ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai ilmu falak dan astronomi. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta secara luring dan lebih dari 1.000 peserta secara daring.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendalami metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan, serta menyebarluaskan pengetahuan ini di lingkungan masing-masing. Arsad berharap agar peserta dapat memahami dasar-dasar ilmu falak secara mendalam sehingga diskusi tentang penentuan awal bulan tidak hanya berfokus pada perbedaan, tetapi juga pada aspek keilmuan yang lebih luas.

“Umat Islam harus memahami dan menguasai ilmu falak, karena ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagian dari tradisi keilmuan Islam yang harus dijaga dan dilestarikan,” tandas Arsad Hidayat.

Sumber Kementrian Agama

#Astronomi #BimasIslam #CatchTheMoon #Hisab #IlmuFalak #LayananKeagamaan #PendidikanIslam #Rukyat #SidangIsbat #UkhuwahIslamiyah Indonesia Kemenag
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenag RI dan Presiden McGill University Bahas Kerja Sama Pendidikan Internasional untuk Mahasiswa Indonesia
Next Article Menteri Agama Nasaruddin Umar Doakan Kesembuhan Paus Fransiskus yang Dirawat di RS Gemelli Roma
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

Wali Kota Dumai Dorong Penguatan Karakter Siswa Lewat Program Tahfidz Al-Qur’an di Sekolah

April 20, 2026
Nasional

Bagan Deli Terusir Air Laut, Hati Johnson Erwin Sitohang di Jogja Perih Melihat Nasib Warga

April 17, 2026
Nasional

DARI YOGYAKARTA UNTUK INDONESIA : BEM NUSANTARA DIY ” TAMPAR” DENGAN CATATAN KRITIS DI MK

April 16, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

KEHANGATAN DAN KERUKUNAN MEWARNAI SYAWALAN SEKAR TANJUNG COMMUNITY DI LOSDANON  

April 20, 2026 Daerah

Cegah Radikalisme – Perkuat Wawasan Kebangsaan, Kesbangpol _Goes to School_ Hadir di SMPN 4 Sentolo

April 20, 2026 Daerah

BNNP DIY dan Pemkab Kulon Progo Pererat Koordinasi Institusional Berantas Narkoba

April 20, 2026 Daerah
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026159 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026136 Views
Terbaru

KEHANGATAN DAN KERUKUNAN MEWARNAI SYAWALAN SEKAR TANJUNG COMMUNITY DI LOSDANON  

April 20, 2026

Cegah Radikalisme – Perkuat Wawasan Kebangsaan, Kesbangpol _Goes to School_ Hadir di SMPN 4 Sentolo

April 20, 2026

BNNP DIY dan Pemkab Kulon Progo Pererat Koordinasi Institusional Berantas Narkoba

April 20, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.