Isuenasional, Pandeglang – Reforma Agraria di Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang, tidak hanya menghadirkan kepastian hukum atas tanah, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Desa Wisata Bukit Sinyonya. Kampung ini ditetapkan sebagai salah satu Kampung Reforma Agraria terbaik pada Januari 2025.
Asep Adam (25), pengelola objek wisata, menjelaskan bahwa program Reforma Agraria memungkinkan generasi muda terlibat aktif dalam pengelolaan potensi desa. “Dengan dibangunnya desa wisata ini, anak muda tertarik untuk terlibat. Mereka bisa mengembangkan kreativitas dan inovasi produk anyaman yang sebelumnya hanya dilakukan oleh ibu-ibu,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Para pengrajin lokal kini mampu menciptakan beragam produk anyaman, mulai dari tas hingga sepatu pandan dengan desain kekinian. Selain meningkatkan nilai jual produk, mereka juga berperan sebagai instruktur, mengajarkan keterampilan kepada masyarakat dan pengunjung.
Ani (52), salah seorang pengrajin, mengaku manfaat ekonomi dari anyaman meningkat. “Sekarang, hasil menganyam bisa membantu saya memenuhi kebutuhan keluarga bahkan sebagian pendidikan anak-anak,” kata Ani.
Kolaborasi dengan universitas, pihak swasta, dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk mengembangkan desa wisata ini. Bukit Sinyonya menjadi bukti bahwa Reforma Agraria tidak hanya soal kepemilikan tanah, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan ekonomi lokal yang produktif dan berkelanjutan.
sumber: Atr Bpn

