Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global
Daerah

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

IsueNasionalBy IsueNasionalMei 9, 2026Updated:Mei 9, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

YOGYAKARTA | isuenasional.com– Industri pariwisata kesehatan (wellness tourism) di Indonesia kini berada di persimpangan jalan antara mengikuti tren global atau menciptakan identitasnya sendiri. Menanggapi tantangan ini, Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP AMPTA Yogyakarta menyelenggarakan sharing session bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism Sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” pada Sabtu, 9 Mei 2026. Acara yang digelar di Ruang Tamansari ini menghadirkan GKR Bendara,sosok sentral di balik Jogja Cultural Wellness, sebagai narasumber utama.

Melepaskan Diri dari Dominasi Asing

Dalam diskusi yang hangat tersebut, GKR Bendara menyoroti sebuah fakta pahit: meskipun Indonesia memiliki kekayaan tradisi kesehatan yang melimpah, industri wellness saat ini masih sangat bergantung pada pihak asing. Hal ini terlihat jelas dari dominasi pengajar dan lembaga sertifikasi luar negeri, terutama dalam bidang yoga dan teknik pernapasan (breathwork), di mana fasilitator asli Indonesia masih sangat langka.

Foto : istimewa

“Kita masih tertinggal dalam mengikuti tren global karena kita belum memiliki infrastruktur sertifikasi mandiri yang kuat,” ungkap GKR Bendara. Beliau menekankan bahwa Indonesia harus segera membentuk badan sertifikasi lokal untuk mencetak instruktur yang diakui secara internasional namun tetap membawa jiwa dan pendekatan khas Nusantara.

Kekuatan Narasi: Menjual Makna, Bukan Sekadar Jasa

Lebih dari sekadar infrastruktur, GKR Bendara menegaskan bahwa kunci keberhasilan wisata wellness terletak pada kekuatan “storytelling” dan narasi budaya. Indonesia memiliki potensi besar untuk menulis ulang (re-write) konsep kebugaran global dengan memasukkan elemen kearifan lokal yang tidak dimiliki negara lain.

Menurutnya, setiap daerah memiliki akar budaya yang berbeda—mulai dari Bali, Yogyakarta, hingga NTT—yang harus menjadi identitas unik dalam pelayanan mereka. Dengan narasi yang kuat, wisatawan mancanegara tidak hanya datang untuk memulihkan fisik, tetapi juga untuk meresapi nilai filosofis dan sejarah di balik setiap praktik kesehatan yang mereka jalani.

Foto : istimewa

Memahami Wisatawan: Dari Pemula hingga Digital Detox

Diskusi juga membedah segmentasi pasar yang semakin beragam. GKR Bendara menjelaskan terdapat dua tipe utama wisatawan wellness:

Tipe Pemula (Beginner): Mereka yang menikmati aktivitas ringan seperti yoga atau meditasi di tepi sungai sebagai bagian kecil dari perjalanan liburan mereka.

Tipe Ahli (Expert): Wisatawan yang mencari retret intensif, seperti paket Digital Detox selama lima hari tanpa ponsel, yang menggabungkan meditasi, makanan sehat, dan sound healing.

Contoh sukses seperti Yoga Barn di Bali menjadi acuan bagaimana sebuah paket wisata bisa dikemas secara profesional dengan tetap menjaga keaslian pengalaman yang ditawarkan.

Foto : istimewa

Kolaborasi Menuju Keberlanjutan

Sebagai penutup, GKR Bendara menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan praktisi industri untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan. Standardisasi produk dan layanan bukan hanya soal birokrasi, melainkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan global.

Melalui inovasi yang berakar pada budaya, diharapkan produk wisata tematik Indonesia tidak hanya mampu bersaing di panggung dunia, tetapi juga menjadi warisan yang terus menghidupkan tradisi luhur bangsa bagi generasi mendatang.

(Red / Johnson)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBANTUAN KAOS SERAGAM PENGANGKUT SAMPAH DAN KOSTUM HADROH DISERAHKAN, DUKUNG KEBERSIHAN DAN KELANGSUNGAN KEGIATAN BUDAYA WARUNGBOTO
Next Article Johnson Erwin Sitohang: Politik SARA Dimainkan Saat Tak Suka Lawan? Itu Gaya Politikus Badut; Beda Suku Berhak Pimpin Asal Didukung Masyarakat
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Daerah

BANTUAN KAOS SERAGAM PENGANGKUT SAMPAH DAN KOSTUM HADROH DISERAHKAN, DUKUNG KEBERSIHAN DAN KELANGSUNGAN KEGIATAN BUDAYA WARUNGBOTO

Mei 8, 2026
Daerah

Hari Pertama Pelatihan Digital Marketing JOSS: Pemuda Masjid Ditargetkan Langsung Cetak Laba

Mei 8, 2026
Daerah

Sambut Hari Kebangkitan Nasional, “Pekan Budaya” Siap Digelar di Lodji Paris Yogyakarta

Mei 8, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Johnson Erwin Sitohang: Politik SARA Dimainkan Saat Tak Suka Lawan? Itu Gaya Politikus Badut; Beda Suku Berhak Pimpin Asal Didukung Masyarakat

Mei 9, 2026 Nasional

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

Mei 9, 2026 Daerah

BANTUAN KAOS SERAGAM PENGANGKUT SAMPAH DAN KOSTUM HADROH DISERAHKAN, DUKUNG KEBERSIHAN DAN KELANGSUNGAN KEGIATAN BUDAYA WARUNGBOTO

Mei 8, 2026 Daerah
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026167 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

Johnson Erwin Sitohang: Politik SARA Dimainkan Saat Tak Suka Lawan? Itu Gaya Politikus Badut; Beda Suku Berhak Pimpin Asal Didukung Masyarakat

Mei 9, 2026

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

Mei 9, 2026

BANTUAN KAOS SERAGAM PENGANGKUT SAMPAH DAN KOSTUM HADROH DISERAHKAN, DUKUNG KEBERSIHAN DAN KELANGSUNGAN KEGIATAN BUDAYA WARUNGBOTO

Mei 8, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.