Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » GKR Bendara Getarkan Panggung JCWF: Pesan Untuk Generasi Emas 2045 Bikin Haru
Berita Unggulan

GKR Bendara Getarkan Panggung JCWF: Pesan Untuk Generasi Emas 2045 Bikin Haru

IsueNasionalBy IsueNasionalDesember 1, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Penutupan JCWF 2025 bersama GKR Bendara tegaskan Yogyakarta sebagai destinasi wellness berbasis budaya dengan refleksi, kolaborasi, dan program holistik. foto: Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Isuenasional, Yogyakarta – Malam penutupan Jogja Cultural Wellness Festival 2025 hadir sebagai ruang keheningan yang indah, sebuah malam ketika cahaya, budaya, dan manusia saling menyapa dalam keteduhan. Pada malam yang penuh makna ini, berbagai tokoh hadir memberikan dukungan bagi lahirnya gerakan wellness berbasis budaya di Yogyakarta:

Ibu Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata Republik Indonesia beserta jajarannya; Bapak Gubernur DIY atau yang mewakili; Gusti Putri dari Kasunanan Kraton Solo; Bapak Budi Waljiman, Wakil Ketua DPRD DIY; Ibu Andriana Wulandari, Ketua Komisi B DPRD DIY; para pimpinan daerah se-DIY; Bapak Hafidz Asram dari Asram Edupark; Kepala Perwakilan Bank Indonesia atau yang mewakili; serta para sponsor, asosiasi pariwisata, komunitas, dan para pengunjung yang memenuhi ruang budaya ini dengan kehangatan.

Acara dibuka dengan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mempertemukan seluruh unsur masyarakat dalam satu ikhtiar bersama, merawat kembali tubuh, pikiran, jiwa, dan budaya melalui perjalanan panjang lima pekan JCWF 2025.

Foto: Istimewa

Sambutan GKR Bendara — Refleksi Makna dan Arah Gerakan

Dalam sambutannya, GKR Bendara memaknai perjalanan JCWF 2025 bukan sebagai sebuah festival semata, melainkan sebagai gerakan kebudayaan yang menghidupkan kembali warisan nilai Jawa dalam konteks kehidupan modern. Beliau mengingatkan bahwa wellness bagi masyarakat Jawa telah lama tertanam dalam filosofi kehidupan:

Salarasing Urip, Wiraga, Wirama, Wirasa — keselarasan yang memadukan raga yang terawat, ritme hidup yang tertata, rasa yang peka, dan jiwa yang damai.

Nilai-nilai inilah yang, menurut beliau, menjadi fondasi bagi Yogyakarta untuk membangun dirinya sebagai destinasi wellness berbasis budaya yang kuat dan berkarakter.

GKR Bendara menegaskan bahwa lima pekan penyelenggaraan JCWF, dari Healthy Food & Herbals, Wellness Movement, Spiritual Wellness, Wellness Art & Craft, hingga puncak “Harmony in Wellness”, adalah hasil dari kelindan indah antara tradisi, inovasi, dan kolaborasi.

Yogyakarta, dengan modal budaya yang tak ternilai, memiliki ruang besar untuk tumbuh sebagai pusat wellness yang bertumpu pada kearifan lokal namun tetap relevan bagi dunia.

Beliau memberikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak:
Kemenparekraf RI, Pemerintah Kabupaten Sleman, dinas pariwisata dan kebudayaan se-DIY, 34 fasilitator program, Didiet Hadiprasetyo Foundation, Prof Nyoman, Mustika Ratu, Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Asram Edupark, dan 33 wellness artisan yang menjadi pilar penting dalam merawat ekosistem wellness di Yogyakarta.

Tahun ini JCWF menghadirkan 36 program wellness, mulai dari booth pengalaman, workshop, talkshow inspiratif, hingga program mendalam Sacred Axis Retreat, sebuah perjalanan batin yang membawa peserta pada ketenangan tubuh, kejernihan pikiran, dan kesunyian jiwa.

“Hilang untuk Healing” — Makna yang Diperdalam

GKR Bendara kembali mengangkat tagline JCWF: “Hilang untuk Healing.”

Beliau menjelaskan bahwa dalam budaya Jawa, “menghilang sejenak” bukan berarti lari, melainkan memberi ruang bagi diri untuk pulang, pulang pada napas, pada rasa, pada inti kehidupan. Ruang wellness, karenanya, harus menjadi ruang pemulihan, bukan hanya ruang ekonomi; ruang yang memulihkan generasi muda dari tekanan hidup yang semakin kompleks.

Karena itu, menurut beliau, pembangunan ekosistem wellness adalah bagian dari tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045, generasi yang teguh raganya, jernih pikirannya, dan kokoh identitas budayanya.

Beliau menutup sambutan dengan harapan agar gerakan wellness di Yogyakarta terus tumbuh, meluas, dan mengakar. Malam penutupan yang disertai Night Healing Music Concert bersama Kunto Aji diharapkan menjadi titik tenang, titik pulih, dan titik awal perjalanan wellness berikutnya bagi seluruh peserta.

Foto: Istimewa

Yogyakarta sebagai Destinasi Wellness Berbasis Budaya

Festival tahun ini kembali menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi wellness berbasis budaya, destinasi yang tidak hanya menghadirkan pengalaman, tetapi perjalanan jiwa. Ketika budaya, keberlanjutan, dan wellness berpadu, maka lahirlah ekosistem yang kuat, menghidupi masyarakat, dan memberi manfaat jangka panjang bagi wisatawan maupun warga Yogyakarta sendiri.

Acara diakhiri dengan ungkapan terima kasih dan doa keselamatan, agar seluruh rangkaian JCWF 2025 membawa keberkahan, keteduhan, dan kekuatan baru bagi siapa pun yang pernah melangkah bersama dalam perjalanan lima pekan penuh makna ini. (Adv)

#FestivalBudaya #GKRBindara #JCWF2025 #JogjaCulturalWellness #JogjaWellness #KuntoAji #PariwisataJogja #WellnessFestival #WellnessYogyakarta #WisataWellness
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTP PKK HSU Gelar Silaturahmi Bersama 404 Anak Panti, Tekankan Kepedulian dan Persaudaraan
Next Article Polres Sumenep Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Kauman Terdampak Gangguan PDAM
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Daerah

Terbuka untuk Umum! Camp Kalitalang: Ajang Seru-seruan Bareng Backpackers Indonesia Jogja Tanpa Ribet

April 27, 2026
Daerah

Lestarikan Lagu Legendaris, Romo Nurdi Hadirkan Live Music Koes Plus Mingguan di Omah Pleret

April 27, 2026
Daerah

Pius Rino Pungkiawan: Dari Hobi Video Hingga Jadi Penggawa FPV Nasional

April 27, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Terbuka untuk Umum! Camp Kalitalang: Ajang Seru-seruan Bareng Backpackers Indonesia Jogja Tanpa Ribet

April 27, 2026 Daerah

Lestarikan Lagu Legendaris, Romo Nurdi Hadirkan Live Music Koes Plus Mingguan di Omah Pleret

April 27, 2026 Daerah

Pius Rino Pungkiawan: Dari Hobi Video Hingga Jadi Penggawa FPV Nasional

April 27, 2026 Daerah
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026165 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

Terbuka untuk Umum! Camp Kalitalang: Ajang Seru-seruan Bareng Backpackers Indonesia Jogja Tanpa Ribet

April 27, 2026

Lestarikan Lagu Legendaris, Romo Nurdi Hadirkan Live Music Koes Plus Mingguan di Omah Pleret

April 27, 2026

Pius Rino Pungkiawan: Dari Hobi Video Hingga Jadi Penggawa FPV Nasional

April 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.