GEDONGTENGEN — Gelaran Dzikir Sosial Akbar dengan tema “Ojo Leren Dadi Wong Apik” berlangsung khidmat di halaman Kantor Kemantren Gedongtengen pada Selasa malam (2/12/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, nilai sosial, serta persaudaraan.
Kegiatan dzikir ini menghadirkan sejumlah penceramah dan tokoh agama terkemuka, antara lain Ustadz Salim A. Fillah, Ustadz Puji Hartono, Ustadz Deni Aden, Habib Jafar Al Jufri, Ustadz Galan Azam, Ustadz Kurnia Pramujiharso, serta Zerlina Qonza. Kehadiran para penceramah tersebut membuat suasana semakin semarak dan penuh kekhidmatan.
Acara ini merupakan inisiatif Pesantren Masyarakat Jogja Gedongtengen, sebuah komunitas yang aktif menggerakkan kegiatan pengajian, pembinaan umat, hingga aksi sosial berbasis masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hasto menekankan bahwa tema “Ojo Leren Dadi Wong Apik” mengandung pesan moral yang sangat kuat dan relevan. “Tema ini sederhana, tetapi maknanya luar biasa dalam. Ini adalah ajakan agar kita semua tidak pernah berhenti berbuat baik, apa pun kondisi dan perubahan zaman yang kita hadapi,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurut Hasto, nilai kebaikan akan selalu menjadi pondasi penting bagi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengapresiasi Pesantren Masyarakat Jogja Gedongtengen sebagai penggagas acara, karena kegiatan keagamaan semacam ini dinilai mampu menjaga kekuatan spiritual masyarakat di tengah arus modernitas.
“Majelis seperti ini penting, bukan hanya sebagai penguatan iman dan spiritualitas, tetapi juga untuk memperkokoh jalinan silaturahmi antarsesama. Jika kegiatan seperti ini rutin digelar, insyaallah masyarakat kita akan semakin kuat dan rukun,” tutur Hasto.
Dzikir Sosial Akbar ini menjadi gambaran bagaimana nilai keagamaan dan kebersamaan dapat terus hidup di tengah kota, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan sosial warga Gedongtengen dan Yogyakarta pada umumnya.
Sumber : warta.jogjakota.go.id

