Isuenasional, Pekanbaru – Peringatan Hari Kartini di RSUD Arifin Achmad berlangsung dengan nuansa dedikasi dan pengabdian. Para tenaga kesehatan perempuan tetap menjalankan tugas, mencerminkan semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini.
Di tengah aktivitas pelayanan, para nakes menunjukkan bahwa perjuangan kesetaraan kini hadir dalam bentuk kontribusi nyata di sektor kesehatan.
Salah satu tenaga kesehatan, Septriani, menegaskan bahwa peringatan Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
“Semangat Kartini harus terus hidup, terutama bagi perempuan di Riau. Kita harus terus berkembang dan memberi manfaat, dimulai dari lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam menjalankan profesi, pelayanan kepada pasien menjadi prioritas utama. Dedikasi tersebut diwujudkan melalui pelayanan yang ramah, penuh empati, dan profesional.
“Ketika bertugas, kami fokus memberikan pelayanan terbaik. Pasien adalah prioritas,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih, menyampaikan bahwa semangat Kartini mengajarkan perempuan untuk terus memperjuangkan kesetaraan tanpa meninggalkan peran dalam keluarga.
Menurutnya, sentuhan perempuan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam membangun empati dan kedekatan dengan pasien.
Ia juga mengungkapkan bahwa perempuan mendominasi tenaga kesehatan di RSUD tersebut.
“Lebih dari setengah tenaga kesehatan di sini adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara, bahkan unggul di berbagai bidang,” jelasnya.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi pilar penting dalam pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Dengan semangat Kartini, para tenaga kesehatan perempuan di Pekanbaru terus menghadirkan pelayanan yang humanis sekaligus profesional, memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. (Lia)\
Sumber: Infopublik.id

