Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » PENSIL PATAH, NYAWA MELAYANG*, *Tragedi Kemiskinan di NTT*
Nasional

PENSIL PATAH, NYAWA MELAYANG*, *Tragedi Kemiskinan di NTT*

IsueNasionalBy IsueNasionalFebruari 6, 2026Updated:Februari 6, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

YOGYAKARTA | isuenasional.com ,, 6 februari 2026

Di saat para pejabat di Jakarta sibuk berdebat soal anggaran makan siang gratis bernilai triliunan, di sebuah sudut sunyi di Nusa Tenggara Timur (NTT), seorang bocah SD memilih mengakhiri hidupnya. Alasannya?

Bukan karena cinta monyet, bukan karena gagal ujian. Ia menyerah karena malu tidak punya pensil dan buku.

Mari kita cerna ini perlahan.

Di Republik ini, sepotong kayu kecil berisi grafit seharga dua ribu rupiah telah menjadi penentu hidup dan mati seorang anak manusia.

Pendidikan yang Katanya *Mencerdaskan*, Ternyata Mematikan.

Kita sering membanggakan angka pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital, namun kita buta terhadap fakta bahwa di NTT, sekolah telah menjadi arena *perpeloncoan mental* bagi mereka yang miskin.

Saat seorang siswa masuk kelas tanpa alat tulis, ia tidak hanya kehilangan kesempatan belajar, ia kehilangan harga diri.

Di hadapan kawan-kawannya, ia merasa telanjang. Di hadapan gurunya, ia merasa menjadi beban. Dan di hadapan negara? Ia hanyalah statistik yang tidak dianggap.

Negara Absen, Masyarakat Buta

Ke mana perginya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)? Ke mana larinya janji-janji *keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia*?

Tragedi ini membuktikan bahwa,

Kemiskinan bukan sekadar soal perut yang lapar, tapi soal mentalitas yang dihancurkan oleh rasa malu karena ketimpangan yang ekstrem.

Sistem pendidikan kita terlalu kaku. Sekolah lebih peduli pada atribut fisik (seragam, buku, alat tulis) daripada kesehatan mental dan aksesibilitas bagi mereka yang paling melarat.

Empati kita sudah mati. Bagaimana mungkin seorang anak di lingkungan sekolah dan desa bisa memendam penderitaan sedalam itu tanpa ada satu pun orang dewasa yang menyadarinya?

Sebuah Tamparan bagi Nurani Bangsa

Kematian bocah ini adalah dosa kolektif.

Kita semua bersalah.

Kita bersalah karena membiarkan kemiskinan menjadi sangat absolut hingga seorang anak merasa kematian lebih terhormat daripada berangkat sekolah tanpa modal dua ribu perak.

Jika untuk urusan pensil saja negara gagal hadir, lantas untuk apa kita bicara tentang *Indonesia Emas 2045*? Yang ada hanyalah *Indonesia Cemas*, di mana anak-anak kita harus bertaruh nyawa hanya untuk bisa menulis satu huruf di atas kertas.

Jangan hanya kirim doa. Mulailah marah. Mulailah menuntut agar tidak ada lagi nyawa yang melayang hanya karena urusan alat tulis yang harganya tak lebih mahal dari biaya parkir mobil mewah para koruptor.

Dimana Hati Nurani kita ?

😭😭😭😭😭

03.02.2026

-Hanurani-

WaSekjen DPP Partai HANURA

😭Palembang menangis.

(Red/Erwin)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleWangi Rempah di KJ Hotel Yogyakarta: Buka Puasa Keliling Nusantara Plus Ngabuburit Bikin Parfum!
Next Article KOMITMEN BERSAMA CALON KETUA DPD PARTAI HANURA DIY PERIODE 2025-2030 “BERGERAK BERSAMA – BANGUN HANURA DIY SEBAGAI KEKUATAN POLITIK YANG BERKARAKTER DAN BERKONTRIBUSI NYATA”
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

Kisah Mina, Kartini Masa Kini di Balik Sapuan Jalan Kota Pekanbaru

April 22, 2026
Berita Unggulan

Kartini Masa Kini: Perempuan Dominasi Layanan Kesehatan di RSUD Arifin Achmad

April 22, 2026
Berita Unggulan

Harga TBS Sawit Riau Turun Pekan Ini, Tertekan Penurunan CPO Global

April 22, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Sambut Hari Kartini, Kolaborasi Komunitas Budaya Gelar “Funwalk 2026” di Yogyakarta

April 23, 2026 Daerah

Semangat Gotong Royong! Ganjarist Yogyakarta Wujudkan Kepedulian Lewat Jalan Sehat dan Resik-Resik Alun Alun Kidul

April 23, 2026 Daerah

Kisah Mina, Kartini Masa Kini di Balik Sapuan Jalan Kota Pekanbaru

April 22, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026165 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

Sambut Hari Kartini, Kolaborasi Komunitas Budaya Gelar “Funwalk 2026” di Yogyakarta

April 23, 2026

Semangat Gotong Royong! Ganjarist Yogyakarta Wujudkan Kepedulian Lewat Jalan Sehat dan Resik-Resik Alun Alun Kidul

April 23, 2026

Kisah Mina, Kartini Masa Kini di Balik Sapuan Jalan Kota Pekanbaru

April 22, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.