LUMAJANG, 26 Desember 2025, isuenasional – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan pentingnya literasi media sebagai benteng utama dalam menjaga kehormatan simbol negara di tengah derasnya arus informasi dan keterbukaan ruang digital yang semakin tanpa batas.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Muhasabah Akhir Tahun bersama awak media yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Selasa (23/12/2025). Dalam suasana reflektif menjelang pergantian tahun, Bupati mengajak insan media dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat kesadaran kebangsaan melalui pemahaman bermedia yang beretika.
Menurut Indah Amperawati, kemudahan memproduksi dan menyebarkan konten digital menghadirkan tantangan serius bagi nilai-nilai kebangsaan. Tanpa literasi media yang memadai, masyarakat berisiko menggunakan simbol negara secara serampangan tanpa memahami konteks, etika, serta makna historis dan ideologis yang melekat di dalamnya.
“Literasi media membantu masyarakat memahami batas antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab kebangsaan. Tanpa pemahaman itu, simbol negara bisa kehilangan maknanya,” ujar Indah.
Ia menegaskan bahwa bendera, lambang negara, dan lagu kebangsaan bukan sekadar elemen visual atau audio yang bebas digunakan. Ketiganya merupakan representasi martabat bangsa yang harus ditempatkan dengan penuh hormat, termasuk dalam konten digital, media sosial, maupun karya kreatif lainnya.
Bupati menilai penguatan nilai-nilai kebangsaan perlu terus dilakukan, khususnya kepada generasi muda, agar mampu menempatkan simbol negara secara proporsional di ruang digital. Kebebasan berekspresi, katanya, harus selalu diiringi tanggung jawab moral dan kesadaran kebangsaan.
Lebih lanjut, Indah Amperawati menjelaskan bahwa literasi media tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses dan menyebarkan informasi, tetapi juga mencakup pembentukan kesadaran etis dalam bermedia. Kesadaran ini mendorong masyarakat untuk berpikir sebelum membuat dan membagikan konten, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap persatuan dan kehormatan bangsa.
“Ruang digital saat ini adalah ruang publik baru yang membentuk cara pandang generasi muda terhadap identitas kebangsaan,” jelasnya.
Karena itu, penguatan literasi media harus diarahkan pada pendidikan karakter dan nasionalisme kontekstual, sehingga semangat cinta tanah air dan sikap hormat terhadap simbol negara tetap terjaga di tengah digitalisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyoroti peran strategis awak media sebagai penjaga kualitas ruang publik digital. Media dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi, menegakkan etika jurnalistik, serta membangun narasi kebangsaan yang mencerahkan.
“Media harus menjadi teladan dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan beretika, agar masyarakat belajar menempatkan kebebasan dengan tanggung jawab,” tegasnya.
Melalui momentum Muhasabah Akhir Tahun, Bupati Lumajang berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan media terus diperkuat demi mewujudkan ekosistem informasi publik yang sehat, bermartabat, dan berpihak pada nilai-nilai kebangsaan.
“Menjaga kehormatan simbol negara di era digital bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga negara,” pungkasnya.
Sumber ; Info Publik

