Jakarta, Isuenasional.com — Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat efektivitas penanganan bank serta menyiapkan program penjaminan polis asuransi sebagai bagian dari mandat baru lembaga tersebut.
“Sepanjang 2024–2025, terdapat 26 BPR/S yang masuk dalam penanganan LPS, dengan rincian: 23 BPR/S dilikuidasi, 1 BPR diselamatkan melalui skema bail-in, dan 2 BPR/S masih dalam proses penanganan,” kata Anggito dalam konferensi pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (3/11/2025).
Anggito menjelaskan, sesuai mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), LPS kini tengah mengintensifkan persiapan pelaksanaan penjaminan polis asuransi, yang diharapkan dapat beroperasi penuh sebelum 2028.
“LPS terus mengawal pelaksanaan kebijakan penjaminan simpanan agar berjalan efektif dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan,” ujar Anggito.
Ia memaparkan bahwa hingga September 2025, cakupan penjaminan simpanan LPS masih di atas 90 persen dari total rekening perbankan nasional — mencakup 662 juta rekening bank umum (99,94 persen) dan 15,8 juta rekening BPR/BPRS (99,97 persen).
LPS juga menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 25 basis poin, dari 3,75 persen menjadi 3,50 persen untuk simpanan rupiah di bank umum.
Meski begitu, rata-rata suku bunga simpanan perbankan masih berada di atas TBP, dan proporsi nasabah yang menikmati bunga di atas TBP meningkat dari 13 persen pada 2022 menjadi 32 persen pada September 2025.
“LPS bersama lembaga anggota KSSK mendorong perbankan untuk menyesuaikan suku bunga simpanan ke tingkat yang wajar,” jelas Anggito.
Selain menjaga stabilitas perbankan, LPS juga berperan aktif dalam memperluas inklusi keuangan. Berdasarkan data lembaga tersebut, sekitar 51 juta penduduk Indonesia atau 19,9 persen dari populasi usia 5–74 tahun belum memiliki rekening simpanan.
“LPS bersama lembaga anggota KSSK terus berperan aktif memperluas basis masyarakat menabung melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” pungkasnya.
Sumber : InfoPublik

