Banjarbaru, isuenasional.com – Harapan Udin untuk kembali mengenyam pendidikan tumbuh setelah sempat terhenti selama satu tahun akibat keterbatasan ekonomi. Remaja bernama lengkap Saifudin itu kini menjadi salah satu dari 75 siswa jenjang menengah atas yang terdaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebuah program pendidikan gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Udin mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali bersekolah dengan fasilitas yang lengkap dan lingkungan yang mendukung. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya Sekolah Rakyat yang menurutnya telah membuka kembali jalan masa depannya setelah sempat tertunda. Sejak Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut beroperasi pada 14 Juli 2025, Udin merasa menemukan semangat baru untuk belajar sekaligus memperluas pergaulan dengan teman-teman dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini sempat berhenti sekolah usai lulus SMP karena orang tuanya tidak mampu menanggung biaya pendidikan. Ayahnya, Mansyah, bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya, Laila, menjadi pembantu rumah tangga. Dalam masa putus sekolah, Udin mengisi hari-harinya dengan bekerja serabutan, mulai dari menjaga warung kelontong hingga membantu ayahnya di proyek bangunan demi menopang ekonomi keluarga.
Keluarga Udin tinggal di rumah semi permanen di tepian Sungai Kuin, Banjarmasin, dengan kondisi bangunan yang terbatas dan sanitasi yang jauh dari layak. Air sungai yang keruh menjadi sumber utama untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci. Meski hidup dalam keterbatasan, Udin memilih untuk tetap tegar dan memelihara mimpi. Ia bercita-cita menjadi tentara agar dapat membela bangsa sekaligus mengangkat derajat keluarganya.
Kesabaran dan kegigihan itu akhirnya berbuah manis ketika pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai solusi bagi anak-anak putus sekolah. Di SRT 9 Banjarbaru yang berlokasi di kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin, Kecamatan Landasan Ulin, para siswa mendapatkan fasilitas asrama yang nyaman, makan tiga kali sehari, seragam dan perlengkapan sekolah, kamar mandi bersih, hingga sarana olahraga.
Mansyah mengaku bersyukur anaknya bersedia melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat setelah mendapat informasi dari pendamping Program Keluarga Harapan. Ia menilai lingkungan sekolah yang aman dan berasrama membuat orang tua lebih tenang melepas anaknya untuk belajar. Dukungan keluarga itu semakin memotivasi Udin untuk menekuni pendidikan dengan sungguh-sungguh.
Kini, Udin kembali melangkah mengejar cita-citanya dengan penuh semangat. Ia berharap dapat belajar dengan baik, membanggakan kedua orang tuanya, dan suatu hari mengabdi kepada negara. Sekolah Rakyat pun menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sumber : kemensos.go.id

