Isuenasional, Banjarbaru — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kemampuan siswa-siswi Sekolah Rakyat yang tampil fasih berbahasa asing dalam acara peresmian 166 titik Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dalam acara tersebut, sejumlah murid menampilkan pidato menggunakan empat bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Empat siswa yang tampil di hadapan Presiden Prabowo adalah Nur Aisah, Kiendra Lian Damarta, Riski Aulia, dan Royya Almala.
Presiden mengaku terkesima karena para siswa tersebut baru menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat dalam waktu relatif singkat, namun telah menunjukkan kemampuan bahasa asing yang sangat baik. Menurut Prabowo, kemahirannya berbahasa Inggris diperoleh karena pengalaman tinggal di luar negeri, sementara para siswa Sekolah Rakyat mampu mencapainya tanpa latar belakang serupa.
Kekaguman tersebut mendorong Presiden Prabowo untuk meminta agar keempat siswa dijadwalkan bertemu langsung dengannya. Ia bahkan menyampaikan gagasan untuk mengirim siswa-siswi berprestasi tersebut belajar ke luar negeri, sebuah tawaran yang disambut antusias oleh para undangan.
Tak hanya kemampuan bahasa asing, Prabowo juga menerima laporan mengenai berbagai prestasi akademik yang berhasil diraih siswa Sekolah Rakyat dalam waktu singkat. Beberapa di antaranya meraih juara olimpiade, termasuk olimpiade matematika, meski baru sekitar enam bulan mengikuti program pendidikan tersebut.
Sebagai informasi, pada tahun 2025 sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 34 provinsi di Indonesia. Lokasi tersebut tersebar di Sumatera (35 titik), Jawa (70), Bali dan Nusa Tenggara (7), Kalimantan (13), Sulawesi (28), Maluku (7), dan Papua (6).
Program Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 15.945 siswa, dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Seiring dengan pengembangannya, pada tahun ini pemerintah juga mulai membangun Sekolah Rakyat Permanen di 104 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
sumber: Kemensos

