Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Potret Toleransi di Tengah Banjir Langkat: Warga Berbeda Agama Mengungsi Bersama di MTsN 1 Langkat
Berita Unggulan

Potret Toleransi di Tengah Banjir Langkat: Warga Berbeda Agama Mengungsi Bersama di MTsN 1 Langkat

IsueNasionalBy IsueNasionalDesember 10, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Langkat, isuenasional.com – Banjir yang melanda Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dalam beberapa hari terakhir memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Luapan air sungai membuat situasi semakin tidak menentu, sehingga banyak keluarga mencari tempat aman untuk berteduh. Di tengah kesulitan itu, semangat kebersamaan justru tumbuh kuat dan menghadirkan kisah toleransi yang menghangatkan hati.

Salah satu titik pengungsian berada di MTsN 1 Langkat, Dusun Tiga Desa Pekubuan. Ruang-ruang kelas yang biasa digunakan untuk belajar kini berubah menjadi tempat beristirahat bagi puluhan kepala keluarga dari beragam latar belakang. Di madrasah itu, warga yang berbeda suku dan agama hidup berdampingan, saling menjaga, dan saling menguatkan tanpa sekat.

Netty Christina, salah satu pengungsi, merasakan langsung hangatnya penerimaan masyarakat. Meski ia memeluk agama yang berbeda dari mayoritas warga yang mengungsi, ia mengaku tidak pernah merasakan jarak maupun perbedaan perlakuan. “Kami diterima dengan sangat baik. Tidak ada perbedaan,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Netty tinggal di satu ruang kelas bersama empat keluarga lain yang juga berbeda keyakinan. Di ruang sederhana itu, mereka saling membantu mengurus anak-anak, menyiapkan makanan, hingga memberi dukungan satu sama lain. Baginya, pengalaman ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan selalu berada di atas segala perbedaan. “Banjir tidak memilih siapa korbannya, dan kami pun tidak boleh memilih siapa yang akan kami bantu,” tambahnya.

Pihak MTsN 1 Langkat ikut memastikan semua warga yang datang dilayani dengan adil dan penuh empati. Madrasah menyediakan kebutuhan dasar seperti logistik, tempat tidur sementara, hingga layanan kesehatan sederhana. Tidak ada pembedaan perlakuan; semua warga, tanpa memandang agama atau suku, diperlakukan dengan hormat.

Kisah Netty dan ratusan pengungsi lainnya menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman yang saling menguatkan. MTsN 1 Langkat menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga wadah nyata untuk menumbuhkan nilai toleransi, inklusivitas, dan persaudaraan. Di tengah bencana, kerukunan inilah yang menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi semua.

Sumber : kemenag.go.id

#BanjirLangkat #BencanaSumut #Kemanusiaan #KerukunanUmat #LangkatTanggapBencana #MTsN1Langkat #NilaiToleransi #PengungsianLangkat #SolidaritasWarga #ToleransiIndonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemenag Sumbar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Agam
Next Article Semarang Dorong Akses Pendidikan Merata, Komisi X DPR RI Tinjau Langsung Program Unggulan
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Nasional

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026
Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026
Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026 Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026 Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026 Nasional
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026134 Views

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026111 Views
Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.