Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau
Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

IsueNasionalBy IsueNasionalMaret 31, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Foto : istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

JAKARTA | isuenasional.com…..,,,Di sebelah kiri ring, kita punya Paman Sam yang ototnya kaku karena kebanyakan makan hasil sanksi ekonomi.

Di sebelah kanan, ada Iran yang main drone rudal dan menutup Selat Hormuz.

Sementara mereka sibuk saling melotot, kita di Indonesia sedang apa?

Kita sedang sibuk memandangi jarum indikator bensin yang perlahan tapi pasti turun ke titik huruf ‘E’

Perang USA vs Iran itu ibarat dua warga dunia kaya yang berantem sambil lempar-lemparan tabung gas 12 kg.

Masalahnya, dapur kita ada di antara rumah mereka.

Begitu Selat Hormuz ditutup karena Iran lagi murka, harga minyak mentah dunia langsung lompat tinggi.

Strategi politik energi kita adalah “Sabar dan Tawakal.”

Kita adalah negara yang saking santainya, menganggap ketahanan energi itu cukup dengan memastikan tukang gas LPG keliling tetap lewat depan rumah.

Kita punya matahari melimpah, tapi panel surya masih dianggap barang gaib yang lebih mahal daripada mas kawin.

Padahal, kalau perang pecah, matahari adalah satu-satunya sumber energi yang tidak bisa disanksi oleh PBB atau diblokir oleh armada laut manapun.

Di tengah kemelut global, batubara tetap jadi “sahabat sejati” kita.

Meskipun dunia teriak-teriak soal emisi, kita tetap pelukan sama batubara. Kenapa?

Karena batubara itu kayak mi instan: murah dan bikin kenyang.

Asal jangan kebanyakan, bisa bikin sesak napas.

Kita tinggal di atas “harta karun” energi, tapi tiap kali ada rudal lewat di Timur Tengah, dompet kita langsung kena mental breakdown.

Indonesia sejatinya adalah raksasa energi hijau yang sedang tertidur, menyimpan potensi energi alternatif yang sanggup menggantikan ketergantungan pada BBM secara total. Di bawah tanahnya, Nusantara memangku sekitar 40% cadangan panas bumi dunia yang stabil dan tersedia sepanjang waktu, sementara garis pantainya yang terpanjang kedua di dunia menawarkan energi ombak laut yang konsisten dan bertenaga besar untuk menggerakkan turbin lepas pantai. Tak hanya itu, di berbagai wilayah pesisir dan dataran tinggi, hembusan angin yang melimpah siap dikonversi menjadi listrik bersih melalui ladang-ladang kincir angin raksasa. Kekayaan alam yang tak akan habis ini merupakan modal kedaulatan energi yang luar biasa, memposisikan Indonesia bukan sekadar sebagai konsumen energi fosil yang rentan, melainkan sebagai pusat energi terbarukan dunia yang mandiri dan berkelanjutan.

Foto : istimewa

Keberadaan mafia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia telah lama menjadi penghambat laten bagi kemajuan transisi energi nasional. Kelompok ini secara sistematis bekerja di balik layar untuk melanggengkan ketergantungan bangsa pada minyak bumi, demi menjaga aliran keuntungan pribadi dari kuota impor dan rantai distribusi yang tidak transparan. Padahal, Indonesia berdiri di atas “harta karun” energi alternatif yang melimpah—mulai dari panas bumi yang terbesar di dunia, energi surya yang tak terbatas, hingga potensi arus laut dan biomassa yang luas. Dengan narasi semu tentang ketahanan energi konvensional, para spekulan ini terus mengunci Indonesia dalam siklus konsumsi bahan bakar fosil yang mahal dan polutif, sengaja mematikan inovasi serta investasi pada teknologi hijau demi memastikan bahwa negeri ini tetap menjadi pasar yang kecanduan minyak, alih-alih menjadi pemimpin energi terbarukan yang mandiri secara ekonomi.

Kita butuh strategi dari Pemerintah pusat.

Kalau USA dan Iran memang mau perang, silakan. Tapi tolong, Indonesia harus segera mandiri energi. Jangan sampai visi “Indonesia Emas 2045” berubah jadi “Indonesia Gelap Gulita”.

Saat dua raksasa berebut kendali minyak, orang pintar akan mulai pasang kincir angin di halaman belakang.

Jadi, apakah politik pemerintah kita menganut azas :

harus menunggu harga bensin seharga kopi Starbak dulu baru kita benar-benar serius urusan panel surya?

31.03.2026

-Hanurani-

WaSekJen DPP Partai HANURA

(Red / Erwin)

#perang minyak
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!
Next Article PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Nasional

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026
Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Nasional

Tak Sekadar Halal Bihalal, AWPI Jateng Gas Pol Bangun Kekuatan Ekonomi dan Profesionalisme Pers

Maret 30, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026 Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026 Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026 Nasional
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026134 Views

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026111 Views
Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.