YOGYAKARTA | isuenasional .com. —Patung-patung dewa dan dewi di Klenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Kota Yogyakarta, disucikan menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.

Ritual pembersihan itu menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah menyambut pergantian tahun bagi umat Tridharma di kawasan tersebut.

Ketua Yayasan Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan, Angling Wijaya—akrab disapa Ang Ping Siang—mengatakan persiapan Imlek dilakukan secara bertahap.

“Kami melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah untuk menyambut Imlek 2026. Semua dipersiapkan agar umat bisa berdoa dengan khusyuk,” ujar Ang Ping Siang kepada awak media, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, pengurus klenteng bersama masyarakat lintas agama turut bergotong royong membersihkan area rumah ibadah dan patung-patung suci.

Dari ratusan duplikat patung yang tersimpan, hanya 23 dewa dan dewi yang dihadirkan di altar utama.
“Pembersihan menggunakan air suci yang dicampur bunga mawar. Ini simbol penyucian lahir dan batin,” katanya.

Selain dimandikan, busana patung dewa dan dewi juga diganti dengan kain baru. Ang Ping Siang menyebut kain lama tidak dibuang begitu saja.
“Baju yang lama ada yang dibakar, ada yang dibawa pulang. Itu diusapkan ke badan yang sakit, dipercaya bisa sembuh,” ujarnya.

Kepercayaan tersebut, kata dia, sudah berlangsung turun-temurun di kalangan umat.
Menghadapi Tahun Shio Kuda, Ang Ping Siang berharap kehidupan masyarakat semakin membaik.

“Harapannya situasi lebih baik, rakyat lebih sejahtera sesuai Shio Kuda. Kuda kan larinya kencang, tahan banting,” tuturnya.
Ia menambahkan, doa bersama akan digelar pada malam Imlek.
“Imleknya 17 Februari, nanti turunnya dewa dewi tanggal 20 Februari. Semoga semua rangkaian berjalan lancar dan membawa manfaat bagi semua,” katanya.
(Red/Erwin)

