Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Menag Nasaruddin Umar Minta Kampus Islam Hidupkan Kembali Ilmu-ilmu Islam Klasik
Berita Unggulan

Menag Nasaruddin Umar Minta Kampus Islam Hidupkan Kembali Ilmu-ilmu Islam Klasik

Ilmu-ilmu Islam klasik seperti falak, mantik, hingga waris kini kian jarang diajarkan di kampus keagamaan. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali khazanah keilmuan tersebut agar peradaban Islam tidak kehilangan akar intelektualnya.
IsueNasionalBy IsueNasionalOktober 16, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menag Nasaruddin Umar dorong kampus Islam hidupkan kembali ilmu-ilmu klasik seperti falak, waris, dan mantik agar peradaban Islam tak kehilangan akar. foto: Dok Kemenag
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Isuenasional, Surabaya — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan agar perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia kembali menghidupkan ilmu-ilmu Islam klasik yang mulai terlupakan. Seruan ini disampaikan Menag saat memberikan arahan dalam Muktamar Keilmuan Islam Langka di UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (15/10/2025).

Menurut Menag, sejumlah ilmu tradisional seperti ilmu moral, ilmu mantik (logika), ilmu falak, ilmu waris, dan ilmu hadis merupakan fondasi yang membentuk kejayaan peradaban Islam pada masa lalu. Namun, seiring perkembangan zaman, ilmu-ilmu tersebut semakin jarang dipelajari di lingkungan akademik.

“Ilmu-ilmu ini adalah warisan besar peradaban Islam. Tanpa penguasaan terhadapnya, kita akan kehilangan kedalaman intelektual dan spiritual,” ujarnya.

Menag menyoroti salah satu cabang keilmuan yang kini langka, yaitu ilmu ‘arudh’, yakni ilmu yang membahas timbangan syair Arab. Ia menjelaskan, keindahan dan logika bahasa Arab tidak dapat dipahami secara utuh tanpa menguasai ilmu tersebut.

“Tanpa memahami ilmu ‘arudh’, sehebat apa pun seseorang berbahasa Arab, ia tidak akan mampu membuat syair. Padahal syair adalah ekspresi budaya Islam yang penuh nilai moral dan estetika,” tutur Nasaruddin.

Selain itu, ia menekankan pentingnya ilmu falak sebagai jembatan antara pengetahuan astronomi dan spiritualitas. Menag mengutip Surah Al-Fathir ayat 28, bahwa ulama sejati adalah mereka yang mampu membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

“Ilmu falak mengingatkan kita bahwa keteraturan di langit dan bumi adalah bukti kekuasaan Tuhan. Ulama sejati bukan hanya ahli teks, tetapi juga pembaca tanda-tanda alam,” katanya.

Menag juga mengingatkan bahwa ilmu waris adalah salah satu ilmu yang pertama kali akan hilang dari umat, sebagaimana disampaikan dalam hadis Nabi. Banyak yang hafal rumus waris, katanya, namun sedikit yang memahami makna dan penerapannya secara kontekstual.

“Kita perlu memahami maqasid al-syari’ah, bukan hanya aspek fikihnya. Bahkan saya mengusulkan agar maqasid al-syari’ah tidak hanya lima, tetapi enam, dengan tambahan menjaga lingkungan (hifzh al-bi’ah),” tegasnya.

Ia juga mendorong agar para dosen dan rektor mengajarkan mahasiswa memahami bukan hanya kitabullah (teks Al-Qur’an), tetapi juga kalamullah (makna ilahiah di balik teks).

“Kitabullah bisa dibaca siapa pun, tetapi kalamullah hanya dipahami oleh mereka yang bertakwa. Di sinilah peran penting perguruan tinggi Islam, mengajarkan keduanya secara seimbang,” pesan Menag.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Muzakki, mengapresiasi dukungan Menag terhadap pelestarian ilmu-ilmu klasik. Ia menyebut muktamar ini diikuti oleh 192 pimpinan perguruan tinggi Islam di bawah koordinasi Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.

“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara ilmu modern dan warisan keilmuan para kiai. Kami akan berdosa jika ilmu-ilmu pesantren yang menjadi ruh keislaman hilang dari kampus Islam,” ujarnya.

Empat bidang keilmuan yang menjadi fokus muktamar kali ini meliputi ilmu falak, ilmu waris, ilmu huruf (harf), dan ilmu hadis.

sumber: Kemenag

#IlmuFalak #IlmuIslamKlasik #IlmuWaris #IslamModerasi #KemenagRI #MaqasidSyariah #MenagNasaruddinUmar #PerguruanTinggiIslam #Surabaya #UINSunanAmpel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDari Yogyakarta, Spirit Keseimbangan dan Kebudayaan Tumbuh Bersama JCWF 2025
Next Article Prabowo Subianto Tuai Pujian Dunia, Dinilai Sebagai Pemimpin Solutif di Forum Internasional
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Daerah

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026
Daerah

✨ SUASANA HARMONIS MEWARNAI SYAWALAN PADUKUHAN MALANG CATURHARJO SLEMAN:  TABUR MAAF, TUAI BERKAH, SATUKAN HATI UNTUK KERUKUNAN  

Maret 28, 2026
Daerah

PENGUATAN KAPASITAS PETANI MILENIAL: KETUA PETANI MILENIAL CATURHARJO BAHAS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN BERSAMA PENGURUS DPN HKTI

Maret 28, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026 Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026 Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026 Nasional
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026134 Views

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026111 Views
Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.