Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Lewat JCWF 2025 Week #4, GKR Bendara Kembangkan Model Wellness Humanis dan Berkelanjutan
Berita Unggulan

Lewat JCWF 2025 Week #4, GKR Bendara Kembangkan Model Wellness Humanis dan Berkelanjutan

IsueNasionalBy IsueNasionalNovember 20, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
JCWF 2025 Week #4 hadir di Yogyakarta dengan tema wellness berbasis budaya, inner child, keluarga, dan berbagai workshop edukatif. foto: Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Isuenasional, Yogyakarta – Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025 memasuki WEEK #4 dengan menegaskan kembali posisi Yogyakarta sebagai laboratorium kultural bagi pengembangan wellness tourism berbasis nilai-nilai lokal. Melalui tema “Natural Beauty, Family & Inner Child”, festival ini tidak sekadar menawarkan program hiburan, tetapi mengintegrasikan pendekatan interdisipliner yang melibatkan aspek pendidikan, kesehatan holistik, psikologi budaya, hingga ekologi manusia.

Di bawah kepemimpinan GKR Bendara sebagai Chairwoman JCWF 2025, festival ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman bahwa konsep wellness masa kini harus berpijak pada kearifan budaya sebagai fondasi identitas kolektif. Pendekatan tersebut sejalan dengan kecenderungan akademik global yang menempatkan budaya sebagai determinan penting dalam praktik well-being, social resilience, dan penguatan kualitas hidup masyarakat.

foto: istimewa

Dialog Akademik dan Penguatan Literasi Wellness

Sesi Talkshow I dan II menghadirkan diskursus terkait pendidikan karakter dan konstruksi pengalaman wellness yang berlandaskan seni, budaya, dan alam. Talkshow I, bertema “Membangun Karakter Anak dengan Aktivitas Seni, Budaya, dan Alam”, menggarisbawahi bagaimana interaksi anak dengan ruang budaya mampu membentuk modal sosial, kepekaan emosional, serta integritas personal.

Talkshow II, “Wellness Networking: Merangkai Pengalaman Wellness yang Berbasis Budaya”, memfasilitasi dialog lintas disiplin antara praktisi, akademisi, dan pelaku industri untuk memperkaya ekosistem wellness yang bersifat kolaboratif dan inklusif.

Kedua diskursus ini menegaskan posisi JCWF sebagai ruang intelektual yang mendorong integrasi antara teori dan praktik, antara pengetahuan tradisional dan keilmuan modern.

Workshop sebagai Ruang Translasi Pengetahuan

Serangkaian workshop, mulai dari relaksasi head & hand massage, tes kepribadian, mindful brewing, hingga pengelolaan sampah organik menjadi pupuk, berfungsi sebagai laboratorium partisipatif di mana pengetahuan akademik diterjemahkan ke dalam praktik keseharian.

Program Mindful Brewing (coffee & matcha), misalnya, mencerminkan pendekatan fenomenologis tentang bagaimana aktivitas sederhana dapat menjadi medium pemulihan kesadaran dan peningkatan kehadiran diri (presence). Sementara itu, workshop pengolahan sampah organik menempatkan wellness dalam perspektif ekologis, mengingat bahwa kesejahteraan manusia tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan lingkungan.

Pendekatan transdisipliner ini sejalan dengan visi GKR Bendara untuk memfasilitasi model wellness yang tidak hanya estetis, tetapi juga berorientasi pada pendidikan, pemberdayaan, dan keberlanjutan.

Foto: istimewa

Dimensi Filosofis: Inner Child dalam Perspektif Jawa

Tema Inner Child diperkaya dengan pembacaan filosofis terhadap tradisi Jawa. Konsep mulih maring asal dan ajaran ngerti, ngrasa, nglakoni menggarisbawahi pentingnya kembali pada ketenangan batin sebagai prasyarat kematangan psikologis dan spiritual.

Rangkaian program ini merefleksikan pemahaman bahwa wellness bukanlah entitas tunggal, melainkan proses multidimensi yang menyentuh aspek tubuh, rasa, pikiran, dan laku. Perspektif ini selaras dengan arah kebijakan GKR Bendara yang memandang wellness berbasis budaya sebagai instrumen transformasi sosial yang lembut namun fundamental.

Yogyakarta sebagai Pusat Inovasi Wellness Berbasis Budaya

Dengan dukungan Yogyakarta Tourism Board dan berbagai mitra, WEEK #4 memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat inovasi wellness yang menggabungkan estetika budaya, pendekatan ilmiah, dan pengalaman edukatif. Model ini diharapkan menjadi kontribusi penting bagi pengembangan pariwisata yang lebih humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas hidup.

Sebagaimana ditegaskan GKR Bendara,
“Wellness adalah perjalanan kesadaran yang bertumpu pada hubungan harmonis antara manusia, budaya, dan alam.”

WEEK #4 merepresentasikan gagasan tersebut melalui program yang terstruktur, bernilai akademis, dan memiliki kedalaman reflektif yang kuat. (adv)

#Budaya #GKRBendara #JCWF2025 #Wellness familywellness innerchild Jogja jogjafestival pariwisata yogyakartatourism
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemenag Gelar Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an, Luncurkan Penyempurnaan Tafsir Nasional
Next Article Menghadapi Curah Hujan Tinggi, Semarang Fokus pada Skema Penanggulangan Bencana
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Daerah

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026
Daerah

✨ SUASANA HARMONIS MEWARNAI SYAWALAN PADUKUHAN MALANG CATURHARJO SLEMAN:  TABUR MAAF, TUAI BERKAH, SATUKAN HATI UNTUK KERUKUNAN  

Maret 28, 2026
Daerah

PENGUATAN KAPASITAS PETANI MILENIAL: KETUA PETANI MILENIAL CATURHARJO BAHAS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN BERSAMA PENGURUS DPN HKTI

Maret 28, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026 Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026 Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026 Nasional
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026134 Views

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026111 Views
Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.