Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Lestarikan Adab Lewat Busana, Pria Bersurjan dan Komunitas Kebaya Siap “Guncang” Titik Nol Yogyakarta
Daerah

Lestarikan Adab Lewat Busana, Pria Bersurjan dan Komunitas Kebaya Siap “Guncang” Titik Nol Yogyakarta

IsueNasionalBy IsueNasionalMaret 7, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

YOGYAKARTA | isuenasional.com – Kawasan ikonik Titik Nol Kilometer Yogyakarta bersiap menjadi panggung besar bagi sebuah gerakan moral berbasis budaya. Paguyuban Pria Bersurjan dipastikan akan berkolaborasi dengan Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI) serta Persikindo untuk menggelar aksi “Syiar Budaya”.

Bukan sekadar ajang pamer busana tradisional, agenda ini membawa misi mendalam: menanamkan kembali jati diri dan budi pekerti kepada generasi muda di tengah gempuran modernisasi.

Foto : istimewa

Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Syiar Karakter

Ketua Pria Bersurjan, Saifudin, menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk tanggung jawab moral komunitas terhadap kelestarian sejarah. Menurutnya, penggunaan Surjan dan Kebaya adalah simbol dari kembalinya etika dan adab ketimuran.

“Tujuan utama kami adalah syiar kebudayaan. Kami ingin memastikan sejarah budaya kita tidak hilang dan generasi penerus tidak tercerabut dari jati dirinya,” ujar Saifudin dalam sesi persiapan acara di Yogyakarta.

Foto : istimewa

Ia menambahkan, fokus utama kolaborasi ini adalah konsep ngemong atau membimbing. Komunitas ingin merangkul anak muda yang mungkin kurang mendapatkan akses pendidikan karakter untuk kembali mengenal nilai-nilai kesantunan melalui pendekatan budaya.

Rangkaian Acara: Dari UMKM hingga Jalan Sehat

Untuk menarik minat masyarakat luas dan wisatawan, acara ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang memadukan unsur ekonomi kreatif dan interaksi sosial. Beberapa agenda utama yang disiapkan antara lain:

Gelar Produk UMKM: Menampilkan potensi lokal dan produk kreatif masyarakat yang mulai menggeliat.

Panggung Seni Malam Hari: Menghidupkan suasana Titik Nol dengan pertunjukan seni yang edukatif.

Foto : istimewa

Jalan Santai Berbusana Tradisional: Aksi jalan sehat Minggu pagi yang melibatkan pria berbusana Surjan dan ibu-ibu berkebaya untuk berinteraksi langsung dengan warga.

Memperkuat Identitas Bangsa

Gayung bersambut, perwakilan dari pihak komunitas kebaya menyatakan dukungan penuh terhadap visi ini. Menurut mereka, kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk menjaga nilai kesantunan di tengah perkembangan zaman.

Melalui sinergi ini, Surjan dan Kebaya diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pakaian formal semata, melainkan sebagai simbol identitas, etika, dan kebanggaan bangsa yang harus terus dirawat oleh lintas generasi.

(Red / Erwin)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePDGI Bantul Salurkan ZIS kepada Anak Yatim/Piatu dan Dhuafa di Kelurahan Triwidadi, Pajangan
Next Article PENUTUPAN BAZAR RAMADHAN KAMPUNG PRENEUR GLAGAH  
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Daerah

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026
Daerah

✨ SUASANA HARMONIS MEWARNAI SYAWALAN PADUKUHAN MALANG CATURHARJO SLEMAN:  TABUR MAAF, TUAI BERKAH, SATUKAN HATI UNTUK KERUKUNAN  

Maret 28, 2026
Daerah

PENGUATAN KAPASITAS PETANI MILENIAL: KETUA PETANI MILENIAL CATURHARJO BAHAS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN BERSAMA PENGURUS DPN HKTI

Maret 28, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026 Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026 Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026 Nasional
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026134 Views

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026111 Views
Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.