Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Kisah Bunda Lina, Wali Asrama SRMA Aceh Besar yang Pulihkan Anak Lewat “Amplop Kebahagiaan”
Berita Unggulan

Kisah Bunda Lina, Wali Asrama SRMA Aceh Besar yang Pulihkan Anak Lewat “Amplop Kebahagiaan”

IsueNasionalBy IsueNasionalDesember 6, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kisah humanis Bunda Lina, wali asrama SRMA Aceh Besar yang memulihkan anak-anak lewat amplop kebahagiaan dan pendampingan penuh kasih. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Aceh Besar, isuenasional.com — Suasana hangat dan penuh keakraban menjadi pemandangan sehari-hari di Asrama Putri Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar. Di balik kenyamanan itu, ada sosok yang menjadi tempat pulang bagi puluhan remaja: Lina Maulidina Marza, atau yang akrab disapa Bunda Lina. Dengan caranya yang sederhana namun menyentuh, ia menghadirkan ruang aman bagi 65 anak asuhnya melalui sebuah kegiatan bernama “amplop kebahagiaan”.

Berpengalaman sebagai Pendamping Rehabilitasi Sosial, Bunda Lina terbiasa mendengar cerita anak dalam waktu singkat. Namun tugasnya kini jauh lebih besar—mengasuh dan membimbing remaja dengan latar kehidupan yang tidak mudah. Malam hari, ia kerap duduk di tepi ranjang, mendengarkan keluh kesah seorang siswi yang datang dengan mata sembab. Menurutnya, itulah jam kerja sesungguhnya.

Untuk mempererat hubungan antaranak, ia membuat kegiatan amplop kebahagiaan berisi apresiasi antar teman. Ketika amplop dibuka, banyak yang menangis haru. “Mereka terharu karena baru tahu temannya melihat sisi baik mereka. Validasi kecil begitu sangat berarti,” ujar Bunda Lina.

Salah satu momen paling membekas adalah ketika seorang anak berbisik lirih, “Bunda boleh tidak ganti ibu saya?” Anak itu ternyata lahir dari keluarga yang berkonflik. Bagi Bunda Lina, pertanyaan itu menggambarkan besarnya kerinduan anak terhadap kasih sayang.

Selama empat bulan bekerja, ia belajar bahwa cinta tidak harus megah. Kadang cukup duduk mendengarkan keluh kesah, memberikan pelukan, atau mengingatkan anak bahwa mereka berharga. “Bila anak-anak ini tidak dapat kasih sayang, bagaimana ketika kelak mereka menjadi ibu atau ayah? Itu yang kami ajarkan,” katanya.

Meski awalnya ragu menjalani peran sebagai wali asrama, keraguan itu perlahan hilang ketika ia mengenali wajah dan kisah anak-anak yang pernah ia asesmen sebelumnya. Dari situlah semangatnya tumbuh. Baginya, peran wali asrama bukan sekadar mengurusi fasilitas, tetapi membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa aman.

Jadwal piket yang padat membuat ritme hidupnya berubah. Dua hari menginap, satu hari penuh bekerja, lalu sehari berjaga hingga pagi. Waktu bersama keluarga pun berkurang, namun suaminya mendukung sepenuhnya. “Beliau tahu saya senang dengan anak-anak,” ujarnya.

Perubahan anak-anak mulai terlihat nyata. Anak yang dulu menunduk kini menyapa dengan salam. Anak yang dulu sinis kini belajar tersenyum dan memeluk. Ia teringat seorang anak dengan wajah datar dan nada dingin, namun berubah setelah ia memuji kerapian kamarnya. “Besoknya dia mulai menyapa. Hari ini sudah memeluk,” tuturnya tersenyum.

Ada pula cerita seorang anak laki-laki yang hampir dikeluarkan karena ketahuan merokok. Alih-alih hukuman, sekolah memberikan gitar dan permen sebagai pengalih. Kepercayaan dirinya tumbuh, dan rokok perlahan ia tinggalkan.

Setiap malam saat piket, antrean anak datang hanya untuk menangis, bercerita, dan divalidasi perasaannya—hal sederhana yang jarang mereka dapatkan di rumah. “Yang mereka butuhkan itu sederhana. Dipeluk, didengar, dihargai. Mereka ingin merasa aman dan diakui,” ujar Bunda Lina.

Dari banyak percakapan, ia melihat benang merah yang sama: hampir semua membawa kekosongan kasih sayang. Banyak yang tumbuh dalam keluarga tidak harmonis, kehilangan orang tua, atau dibesarkan orang tua yang selalu bekerja. Karena itu, SRMA baginya bukan sekadar sekolah, melainkan ruang pemulihan yang membentuk kebiasaan baik dan rasa aman bagi anak-anak.

Sumber : Kemensos

#amplopkebahagiaan #BundaLina #kisahhumanis #KisahInspiratif #pendampingananak #pendidikaninklusi #remajaAceh #SekolahRakyat #SRMAAcehBesar #waliasrama
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBencana Padang Panjang 2025: 39 Warga Meninggal, Kerugian Tembus Rp95 Miliar
Next Article Program Domba Kesejahteraan Bojonegoro 2025: 2.400 Ekor Domba Disalurkan untuk Perkuat Ekonomi Warga
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Nasional

KELURAHAN WARUNGBOTO HADIRKAN SEDEKAH BUMI DALAM KIRAB PAMONG SE-DIY, MERIAHKAN MANGAYUBAGYA KE-80 YUSWO DALEM SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO KE X

April 2, 2026
Nasional

DARI HATI RAKYAT UNTUK RAJA RAKYAT – TIM FORMATUR DPD DAN SELURUH DPC HANURA SE DIY SAMPAIKAN UCAPAN ULANG TAHUN KE-80 SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X”

April 2, 2026
Nasional

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Peringati Hari Kartini, Ratusan Peserta Bakal “Napak Tilas” Budaya dalam Balutan Kebaya dan Surjan di Yogyakarta

April 4, 2026 Daerah

Ganjarist Day di Yogyakarta: Merajut Jejak Sejarah dengan Aksi Sosial dan Kampanye Sehat

April 2, 2026 Daerah

KELURAHAN WARUNGBOTO HADIRKAN SEDEKAH BUMI DALAM KIRAB PAMONG SE-DIY, MERIAHKAN MANGAYUBAGYA KE-80 YUSWO DALEM SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO KE X

April 2, 2026 Nasional
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026135 Views

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026111 Views
Terbaru

Peringati Hari Kartini, Ratusan Peserta Bakal “Napak Tilas” Budaya dalam Balutan Kebaya dan Surjan di Yogyakarta

April 4, 2026

Ganjarist Day di Yogyakarta: Merajut Jejak Sejarah dengan Aksi Sosial dan Kampanye Sehat

April 2, 2026

KELURAHAN WARUNGBOTO HADIRKAN SEDEKAH BUMI DALAM KIRAB PAMONG SE-DIY, MERIAHKAN MANGAYUBAGYA KE-80 YUSWO DALEM SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO KE X

April 2, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.