SIBOLGA, 22 Desember 2025, isuenasional — Kementerian Sosial menyalurkan santunan kepada ahli waris korban banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara. Santunan senilai Rp15 juta diberikan untuk korban meninggal dunia, dan Rp5 juta untuk korban luka-luka, secara simbolik diserahkan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf Gus Ipul, di kantor Wali Kota Sibolga, Minggu (21/12).
Berdasarkan asesmen bersama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 54 korban meninggal dunia yang telah diverifikasi untuk menerima santunan.
“Kementerian Sosial adalah bagian dari tim penanggulangan bencana yang bekerja di bawah arahan Presiden Prabowo. Kami menyampaikan salam dan duka cita yang mendalam kepada para ahli waris,” ujar Gus Ipul. Ia menegaskan pemerintah akan terus bekerja keras dengan penanganan terpadu mulai evakuasi, tanggap darurat, hingga pasca bencana.
Selain santunan, Gus Ipul menyerahkan bantuan logistik senilai Rp1,2 miliar melalui Pemerintah Kota Sibolga. Pemerintah juga menyiapkan bantuan lanjutan berupa hunian sementara dan tetap bagi rumah warga yang hancur, bantuan isian rumah senilai Rp3 juta, jaminan hidup 1–3 bulan, serta bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta. Semua bantuan disalurkan setelah proses asesmen antara Kemensos, pemerintah daerah, dan BNPB.
Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Herman Suwito, menyebut banjir dan longsor mulai melanda Kota Sibolga sejak 25 November 2025, merendam seluruh kecamatan. Dari bencana tersebut, tercatat 54 orang meninggal dunia, 1 masih hilang, 61 luka-luka, 7.321 terdampak, dan 1.232 mengungsi. Kerusakan rumah meliputi 229 rumah rusak ringan, 82 rusak sedang, dan 428 rusak berat.
Proses pencarian korban hilang masih dilakukan dengan bantuan anjing pelacak, meski akses jalan yang sempit membatasi penggunaan alat berat. Pencarian dilakukan manual, dibantu mobil pemadam kebakaran.
Di tengah duka, kisah pilu datang dari Mela, siswi kelas 4 SD yang kehilangan enam anggota keluarganya akibat bencana. Kini, Mela tinggal bersama tantenya, menjadi simbol ketabahan warga Sibolga yang terdampak.
Gus Ipul berharap santunan dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban dan ahli waris serta menjadi dukungan nyata dari negara.
Sumber ;Kemensos

