Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Geopark Kaldera Toba Dapat “Kartu Kuning” dari UNESCO
Berita Unggulan

Geopark Kaldera Toba Dapat “Kartu Kuning” dari UNESCO

IsueNasionalBy IsueNasionalMei 22, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Geopark Kaldera Toba Dapat “Kartu Kuning” dari UNESCO, Kemenpar Siapkan Langkah Perbaikan Serius. foto: Kemenpar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kemenpar tanggapi serius “yellow card” UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba dengan langkah konkret, dari edukasi geosite hingga dana Rp56,6 M untuk revitalisasi

Kilasinformasi.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak cepat menanggapi peringatan “yellow card” atau kartu kuning dari UNESCO terhadap Geopark Kaldera Toba. Peringatan ini menjadi sinyal penting bahwa pengelolaan kawasan warisan dunia tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar global yang ditetapkan UNESCO.

Dalam pertemuan di Jakarta, Kemenpar mengundang Dr. Azizul Kholis, General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Geopark (UGGp), untuk membahas langkah-langkah strategis. Azizul menyampaikan bahwa evaluasi terbaru dari UNESCO akan dilakukan pada 15 Juli 2025, dan pihaknya membutuhkan waktu dua bulan untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

Baca Juga, Kilasinformasi: Pasar Murah Hadir di Candibinangun: Langkah Nyata Sleman Ringankan Beban Warga

“Kami optimistis bisa kembali ke green card dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat hingga daerah. Gubernur Sumatera Utara juga memberikan perhatian besar terhadap hal ini,” ujar Azizul.

Dalam rapat UNESCO Global Geopark yang digelar di Maroko pada September 2023, Kaldera Toba menjadi salah satu dari beberapa kawasan yang menerima peringatan. Daftar lainnya termasuk Gua Zhijindong (Tiongkok), Taman Nasional Luberon (Prancis), Madonie (Italia), serta Colca y Volcanes de Andagua (Peru).

Peringatan ini menandakan adanya sejumlah ketidaksesuaian terhadap kriteria UGGp, seperti pengelolaan warisan geologi, keterlibatan komunitas, kemitraan, serta promosi dan interpretasi kawasan.

Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menegaskan bahwa kementeriannya telah menyusun langkah-langkah konkret untuk menanggapi rekomendasi UNESCO. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembenahan teknis, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan.

Baca Juga, Kilasinformasi: Winda, Pelajar Skansa Batang Lolos Jadi Capaska Jateng 2025

Beberapa strategi utama yang tengah dijalankan Kemenpar antara lain:

  • Pemasangan panel interpretasi di sejumlah geosite untuk memperkaya narasi geologi dan nilai edukatif kawasan.

  • Penyelenggaraan event MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) untuk mendukung promosi Kaldera Toba sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.

  • Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 sebesar Rp56,6 miliar untuk pengembangan infrastruktur dan kegiatan nonfisik di 8 kabupaten sekitar Danau Toba: Dairi, Karo, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, dan Samosir.

Tak hanya itu, revitalisasi geosite seperti Monkey Forest Sibaganding dan Pulau Sibandang juga menjadi bagian dari agenda prioritas.

Kemenpar terus menjalin koordinasi erat dengan Badan Pengelola Kaldera Toba dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Bahkan, pada 2026 nanti direncanakan penyusunan siteplan terpadu untuk berbagai geosite, sebagai upaya memperkuat manajemen geopark agar lebih sistematis dan terstandar global.

Baca Juga, Kilasinformasi: Bupati Batang: Biarkan Anak Bertanding Tanpa Tekanan, Prestasi Akan Mengikuti

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan dukungan penuh kepada pengelola Kaldera Toba. “Status UNESCO Global Geopark adalah sebuah kehormatan, tapi juga membawa tanggung jawab besar. Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan kawasan ini sesuai prinsip keberlanjutan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan pariwisata nasional,” tegasnya.

Geopark Kaldera Toba bukan hanya simbol keindahan alam, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian geologi serta budaya. Dengan semangat kolaboratif, upaya perbaikan yang sedang dijalankan diharapkan bisa mengembalikan status “green card” dari UNESCO. Lebih dari itu, Kaldera Toba diharapkan bisa menjadi model pengelolaan geopark berstandar internasional yang sukses di Asia Tenggara.

Sumber: Kemenpar

#Kemenpar Badan Pengelola Kaldera Toba DAK 2024 Kemenpar destinasi wisata Danau Toba geopark Indonesia Geopark Kaldera Toba geopark Sumut Gubernur Sumatera Utara Pariwisata Berkelanjutan revitalisasi Kaldera Toba siteplan geosite UNESCO Global Geopark yellow card UNESCO
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePasar Murah Hadir di Candibinangun: Langkah Nyata Sleman Ringankan Beban Warga
Next Article Tinjau PLTM Kambangan, Bupati Batang Dukung Tumbuhnya Energi Berkelanjutan
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

AKULTURASI ATAU PENCURIAN RASA ENAK ?,,,, *Saat Kuliner Tionghoa “Mualaf” Jadi Identitas Nasional*

Februari 17, 2026
Berita Unggulan

Penataan Kota Berlanjut, Pemkot Semarang Tutup TPS Karangsaru dan Siapkan Taman

Januari 30, 2026
Berita Unggulan

Ketika Akademisi dan Jaksa Duduk Bersama Warga Desa, Inilah Wajah Baru Penyuluhan Hukum

Januari 29, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026 Nasional

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026 Nasional

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026 Nasional
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026134 Views

DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENGUAT: PROSES HUKUM DINILAI “DIPERMAINKAN”, WARGA PANDEYAN SEWON GUGAT APARAT LEWAT PRA-PERADILAN  

Maret 29, 2026111 Views
Terbaru

PUTUSAN PRA-PIDANA DIDUGA PENETAPAN TERSANGKA, PENANGKAPAN TANPA PROSEDUR DITOLAK; KUASA HUKUM SIAP TEMPUR PADA PERSIDANGAN POKOK PERKARA DAN SOROT KESALAHAN PEMBAHASAN BUKTI   Hakim dinilai hanya menguatkan bukti kepolisian tanpa mempertimbangkan pendakaman bukti surat dan saksi yang diajukan dari pihak para termohon   

April 1, 2026

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Maret 31, 2026

DIDUGA DITANGKAP TAK SESUAI PROSEDUR! Sidang Praperadilan Pandeyan Masuk Babak Akhir, Putusan BESOK!

Maret 30, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.