GUNUNGKIDUL | isuenasional.com,, 6 Maret 2026 – Ketua Departemen Bidang Agraria, Pertanian, dan Nelayan Partai Hanura sekaligus tokoh di Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI), Bapak Pahotan Sitohang, melakukan pertemuan diskusi mendalam dan menampung aspirasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh pertanian Kabupaten Gunungkidul pada hari ini, Jumat (6/3). Pertemuan ini berfokus pada pengidentifikasian potensi unggulan daerah serta membahas isu strategis terkait komoditas jagung, singkong, pupuk, dan aspek pendukung lainnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif ini, berbagai potensi besar yang dimiliki Gunungkidul diuraikan secara rinci, sekaligus mendengarkan harapan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pertanian setempat. Berikut adalah beberapa potensi utama yang menjadi sorotan utama:

Potensi Komoditas Pertanian Unggulan
1. Jagung
Gunungkidul memiliki lahan yang cukup luas dan kondisi iklim yang sangat cocok untuk pertumbuhan jagung. Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber pangan pokok bagi sebagian masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri, seperti pakan ternak dan produk olahan makanan. Kualitas jagung Gunungkidul yang baik dan potensi produksi yang tinggi menjadikannya salah satu komoditas yang berpeluang besar untuk dikembangkan secara lebih intensif dan berkelanjutan.
2. Singkong
Singkong merupakan komoditas yang sangat adaptif dengan kondisi tanah dan iklim di Gunungkidul, terutama di daerah yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang bervariasi. Selain sebagai sumber pangan alternatif, singkong memiliki potensi besar dalam industri olahan, seperti tepung tapioka, keripik, dan berbagai produk makanan lainnya. Potensi ini dapat ditingkatkan melalui pengolahan yang lebih modern dan pemasaran yang lebih luas, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.
Potensi Sumber Daya dan Aspek Pendukung Lainnya
1. Lahan Pertanian yang Luas dan Beragam
Meskipun sebagian wilayah Gunungkidul berupa daerah karst, namun terdapat lahan pertanian yang cukup luas dan beragam, mulai dari lahan sawah tadah hujan hingga lahan kering. Potensi lahan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dengan menerapkan teknologi pertanian yang tepat, sistem tanam yang efisien, dan pengelolaan air yang baik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.
2. Potensi Pengembangan Pupuk Organik
Dengan adanya limbah pertanian yang cukup banyak, seperti jerami jagung, kulit singkong, dan kotoran ternak, Gunungkidul memiliki potensi besar untuk mengembangkan produksi pupuk organik. Penggunaan pupuk organik tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga dapat meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan dan menghasilkan produk pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkualitas tinggi.
3. Potensi Pariwisata Pertanian
Kombinasi antara pemandangan alam yang indah dan kegiatan pertanian yang khas di Gunungkidul memberikan potensi besar untuk pengembangan pariwisata pertanian. Wisata pertanian dapat menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan produk-produk pertanian unggulan daerah kepada wisatawan.

Bapak Pahotan Sitohang dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan komitmen tokoh masyarakat dan tokoh pertanian Gunungkidul dalam mengembangkan sektor pertanian. “Sebagai perwakilan Partai Hanura dan juga tokoh di HKTI, saya sangat menyadari pentingnya mendengar langsung aspirasi masyarakat pertanian. Gunungkidul memiliki potensi yang sangat besar di sektor pertanian, baik dari segi komoditas unggulan maupun sumber daya pendukungnya. Melalui diskusi ini, kami berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret untuk mengoptimalkan potensi tersebut dan menjawab tantangan yang dihadapi petani, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara nyata,” ujar Bapak Pahotan.
Sementara itu, perwakilan tokoh pertanian Gunungkidul menyambut baik pertemuan ini dan berharap adanya dukungan dan kerjasama yang berkelanjutan dari pihak Partai Hanura dan HKTI untuk mewujudkan pengembangan potensi pertanian di daerah mereka. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Harapan kami, aspirasi yang kami sampaikan terkait akses pupuk, pengembangan komoditas, dan pemasaran produk dapat segera ditindaklanjuti dengan dukungan kebijakan dan program yang nyata,” ujar salah satu tokoh pertanian setempat.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk melakukan tindak lanjut yang nyata, seperti penyusunan rencana aksi pengembangan komoditas unggulan, penyediaan dukungan teknologi dan pelatihan bagi petani, penguatan sistem pemasaran produk pertanian, serta upaya memastikan ketersediaan dan akses pupuk yang mudah dan terjangkau.
(Red /Erwin)

