Isuenasional, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 1–3 Januari 2026. Dalam laporan tersebut, Aceh menjadi salah satu provinsi yang masuk perhatian utama karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Peringatan ini disampaikan BMKG menyusul meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada awal tahun. Risiko yang mengintai tidak hanya berupa genangan, tetapi juga banjir bandang dan tanah longsor, terutama di kawasan berbukit dan pegunungan.
Untuk wilayah Aceh, BMKG membagi tingkat kewaspadaan berdasarkan hari dan intensitas hujan. Pada 1 Januari 2026, seluruh Aceh berada pada level Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil ditetapkan berstatus Siaga karena berpotensi diguyur hujan sangat lebat.
Memasuki 2 Januari 2026, status Waspada masih berlaku di seluruh Aceh. Bahkan, secara umum provinsi ini masuk kategori Siaga, meski rincian kabupaten/kota belum dirinci secara spesifik dalam tabel BMKG.
Puncak kewaspadaan diperkirakan terjadi pada 3 Januari 2026. BMKG menyebut seluruh Aceh, termasuk Aceh Tengah, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Adapun wilayah yang masuk level Siaga hujan sangat lebat meliputi Aceh Utara, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Barat, dan Aceh Tengah.
Kondisi ini membuat Kabupaten Bener Meriah, meski tidak tercantum langsung dalam daftar wilayah siaga, tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, Bener Meriah berbatasan langsung dengan Aceh Tengah yang diprediksi mengalami curah hujan sangat tinggi.
BMKG menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana. Warga diimbau aktif memantau informasi cuaca terkini serta segera melapor jika terjadi kejadian darurat.
“Jika Sobat melihat atau terdampak bencana di sekitar, mari bergotong royong dengan melaporkannya melalui bit.ly/laporanbencabot,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Khusus masyarakat Kabupaten Bener Meriah yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, BMKG mengimbau agar menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Mulai dari memantau update cuaca resmi, menyiapkan rencana evakuasi mandiri, hingga membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan sekitar.
Informasi lebih lanjut mengenai cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami dapat diakses melalui laman resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG.
sumber: infopublik.id

