Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Membangun Ekosistem Pariwisata Masa Depan: Grojogan Watu Purbo Gelar Pelatihan Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan
Daerah

Membangun Ekosistem Pariwisata Masa Depan: Grojogan Watu Purbo Gelar Pelatihan Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan

IsueNasionalBy IsueNasionalApril 27, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

YOGYAKARTA | isuenasional.com,,,  Grojogan Watu Purbo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu laboratorium hidup pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Senin, 27 April 2026, bertempat di Pendopo Destinasi Wisata Grojogan Watu Purbo, Merdikorejo, Tempel, Sleman, diselenggarakan Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Destinasi Wisata dengan mengangkat tema strategis: “Model Bisnis Destinasi Wisata yang Berkelanjutan.”

Kegiatan ini menghadirkan Agus Budi Rachmanto, Ketua Bidang Peningkatan Kapasitas Industri pada Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, sebagai narasumber utama. Kehadirannya memberikan perspektif komprehensif mengenai bagaimana destinasi wisata perlu bertransformasi dari sekadar objek kunjungan menjadi ekosistem ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Foto : istimewa

Dalam pemaparannya, Agus menekankan bahwa paradigma pengelolaan destinasi wisata telah mengalami pergeseran fundamental. Jika pada masa lalu keberhasilan sering kali diukur dari kuantitas kunjungan, maka pada era pariwisata modern indikator keberhasilan bergeser menuju kualitas pengalaman, distribusi manfaat ekonomi, ketahanan lingkungan, dan keberlanjutan sosial budaya. Destinasi yang unggul adalah destinasi yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Pariwisata berkelanjutan bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi tentang membangun keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Destinasi masa depan adalah destinasi yang mampu bertumbuh tanpa kehilangan identitas dan berkembang tanpa merusak sumber kehidupannya,”ungkap Agus Budi Rachmanto.

Foto : istimewa

Konsep model bisnis berkelanjutan yang dipaparkan menempatkan diversifikasi pendapatan sebagai fondasi utama ketahanan ekonomi destinasi. Ketergantungan pada satu sumber pendapatan, seperti tiket masuk, dinilai berisiko tinggi dalam menghadapi dinamika pasar. Oleh karena itu, destinasi perlu mengembangkan berbagai lini usaha, mulai dari wisata berbasis pengalaman, jasa pemanduan, penyelenggaraan event, kuliner lokal, merchandise, homestay, hingga penguatan ekosistem UMKM.

Dalam konteks Grojogan Watu Purbo, potensi ini sangat relevan. Lanskap air terjun bertingkat, latar geologis Merapi, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadikan destinasi ini memiliki keunggulan kompetitif sekaligus diferensiasi yang kuat. Air terjun ini bukan sekadar daya tarik visual, melainkan narasi hidup tentang transformasi alam, ketangguhan masyarakat, dan harmonisasi pembangunan berbasis lokal.

Agus juga menyoroti pentingnya community-based tourism sebagai fondasi tata kelola destinasi. Dalam model ini, masyarakat lokal tidak ditempatkan sebagai penonton, melainkan sebagai pemilik, pengelola, dan penerima manfaat utama.

Foto : istimewa

Pendekatan ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan pariwisata memiliki efek multiplikasi yang luas terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Lebih jauh, pemasaran destinasi pada era digital menuntut perubahan pendekatan dari sekadar promosi menuju penciptaan pengalaman dan storytelling. Wisatawan modern tidak lagi membeli destinasi semata, melainkan membeli cerita, emosi, dan makna. Oleh karena itu, Grojogan Watu Purbo harus mampu mengomunikasikan identitas uniknya sebagai destinasi yang lahir dari transformasi lahar Merapi menjadi sumber kehidupan dan inspirasi.

Selain itu, kolaborasi multipihak menjadi faktor penentu keberhasilan. Pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, media, serta investor harus bergerak dalam satu orkestrasi pembangunan. Tidak ada destinasi yang mampu tumbuh sendirian; keberhasilan selalu merupakan hasil sinergi kolektif.

Secara filosofis, Grojogan Watu Purbo menawarkan metafora yang mendalam. Enam undakan air terjunnya dapat dimaknai sebagai tujuh tahapan pembangunan destinasi: potensi, pengelolaan, kolaborasi, inovasi, Pertumbuhan, pemberdayaan, dan keberlanjutan. Air yang terus mengalir melambangkan dinamika perubahan, sementara batu-batu purba menjadi simbol keteguhan nilai dan identitas.

Foto : istimewa

Pelatihan ini tidak hanya memperkaya wawasan teknis peserta, tetapi juga membangun kesadaran strategis bahwa destinasi wisata harus dipandang sebagai aset lintas generasi. Keberhasilan sejati bukan terletak pada seberapa ramai sebuah tempat dikunjungi hari ini, melainkan pada sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang.

Melalui kegiatan ini, Grojogan Watu Purbo kembali menunjukkan perannya sebagai model inspiratif pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia. Dari lereng Merapi, lahir sebuah pembelajaran penting: bahwa ketika alam dijaga, masyarakat diberdayakan, dan bisnis dikelola dengan visi jangka panjang, maka pariwisata akan menjadi kekuatan transformasi yang sesungguhnya.

Grojogan Watu Purbo bukan sekadar destinasi. Ia adalah ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang mewariskan masa depan.

(Red / Erwin)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTerbuka untuk Umum! Camp Kalitalang: Ajang Seru-seruan Bareng Backpackers Indonesia Jogja Tanpa Ribet
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Daerah

Terbuka untuk Umum! Camp Kalitalang: Ajang Seru-seruan Bareng Backpackers Indonesia Jogja Tanpa Ribet

April 27, 2026
Daerah

Lestarikan Lagu Legendaris, Romo Nurdi Hadirkan Live Music Koes Plus Mingguan di Omah Pleret

April 27, 2026
Daerah

Pius Rino Pungkiawan: Dari Hobi Video Hingga Jadi Penggawa FPV Nasional

April 27, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Membangun Ekosistem Pariwisata Masa Depan: Grojogan Watu Purbo Gelar Pelatihan Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan

April 27, 2026 Daerah

Terbuka untuk Umum! Camp Kalitalang: Ajang Seru-seruan Bareng Backpackers Indonesia Jogja Tanpa Ribet

April 27, 2026 Daerah

Lestarikan Lagu Legendaris, Romo Nurdi Hadirkan Live Music Koes Plus Mingguan di Omah Pleret

April 27, 2026 Daerah
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026165 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

Membangun Ekosistem Pariwisata Masa Depan: Grojogan Watu Purbo Gelar Pelatihan Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan

April 27, 2026

Terbuka untuk Umum! Camp Kalitalang: Ajang Seru-seruan Bareng Backpackers Indonesia Jogja Tanpa Ribet

April 27, 2026

Lestarikan Lagu Legendaris, Romo Nurdi Hadirkan Live Music Koes Plus Mingguan di Omah Pleret

April 27, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.