Isuenasional, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak pemerintah daerah (Pemda) memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan amanat Presiden yang diemban oleh Kementerian Sosial. Ajakan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan DPRD di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul memaparkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program-program nasional sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Gus Ipul, terdapat tiga mandat strategis Presiden yang dijalankan Kementerian Sosial berdasarkan undang-undang. Pertama, penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyasaran program dan pemberian intervensi secara terpadu. Kedua, pendirian Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan. Ketiga, pemberdayaan sosial bagi masyarakat usia produktif agar tidak terus bergantung pada bantuan sosial.
Ia menilai peran pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam menyukseskan ketiga mandat tersebut. Karena itu, Gus Ipul meminta keterlibatan aktif dan kesungguhan daerah dalam menjalankan amanat undang-undang dan arahan Presiden.
Dalam audiensi tersebut, Gus Ipul menekankan lima hal penting kepada perwakilan daerah. Salah satunya adalah dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas operator data di tingkat lokal. Operator daerah dinilai sebagai ujung tombak pemutakhiran data sosial yang menjadi dasar penentuan kebijakan dan intervensi program pemerintah.
Selain penguatan sumber daya manusia, Gus Ipul juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam perbaikan data. Masyarakat dapat menyampaikan pembaruan data melalui mekanisme formal di tingkat RT, RW, dan kelurahan, maupun melalui kanal digital seperti aplikasi Cek Bansos dan Command Center Kementerian Sosial.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya sinergi dengan sektor swasta dan lembaga filantropi. Menurutnya, penggabungan program Kementerian Sosial dengan program pemerintah daerah serta dukungan swasta akan membuat intervensi sosial menjadi lebih efektif dan berdampak luas.
Pada kesempatan yang sama, ia mengajak seluruh pemerintah daerah mendukung dan menyukseskan program Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing. Program ini dirancang sebagai model pemutus mata rantai kemiskinan, dengan memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, serta pemberdayaan bagi orang tua mereka berdasarkan hasil asesmen.
Gus Ipul menegaskan bahwa peserta Sekolah Rakyat ditentukan berdasarkan DTSEN, bukan melalui tes akademik atau faktor kedekatan tertentu. Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dapat memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
sumber: Kemensos

