PADANG — Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp10,225 miliar untuk mendukung pemulihan penyintas banjir di Provinsi Sumatra Barat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama Khairunas kepada Kantor Wilayah Kemenag Sumatra Barat dan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Selasa (30/12/2025).
Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari kehadiran negara dan solidaritas aparatur sipil negara Kementerian Agama terhadap masyarakat, lembaga keagamaan, serta ASN yang terdampak bencana. Khairunas menegaskan, penugasan tersebut merupakan arahan langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk memastikan dukungan negara hadir di daerah terdampak. “Atas penugasan Menteri Agama, saya hadir di Sumatra Barat untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan negara hadir bagi ASN dan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Menurut Khairunas, bantuan ini mencerminkan empati, keikhlasan, dan ketulusan jajaran Kementerian Agama dalam mendampingi proses pemulihan pascabencana. Ia juga menyampaikan duka mendalam dan doa dari Menteri Agama bagi para korban agar diberikan kekuatan dan ketabahan. “Doa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual Kementerian Agama dalam mendampingi pemulihan,” katanya.
Selain bantuan utama, Kementerian Agama turut menyalurkan bantuan masing-masing Rp100 juta kepada Pondok Pesantren Harakatul Qur’an dan Pondok Pesantren MTI Batang Kabung. Bantuan ini ditujukan untuk pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan, serta membantu ASN terdampak, termasuk guru madrasah, penyuluh agama, ASN KUA, civitas perguruan tinggi keagamaan, dan mahasiswa.
Secara rinci, bantuan melalui APBN untuk penanganan dampak bencana di Sumatra Barat mencapai Rp8,16 miliar yang diarahkan pada rehabilitasi dan pemulihan sarana prasarana layanan keagamaan dan pendidikan. Sementara melalui program Kemenag Peduli, disalurkan bantuan senilai Rp2,065 miliar, meliputi transfer langsung Rp400 juta, pengurangan UKT mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang senilai Rp1 miliar, pembersihan ruang belajar terdampak Rp500 juta, serta bantuan bagi 33 ASN terdampak masing-masing Rp5 juta dengan total Rp165 juta.
Khairunas menekankan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada empati, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata dan terukur. “Dalam situasi bencana, keselamatan manusia dan keberlanjutan layanan publik adalah yang utama. ASN Kementerian Agama tidak boleh dibiarkan menghadapi musibah sendirian,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ikhtiar jangka panjang melalui penguatan ekoteologi untuk menjaga keseimbangan alam. “Jika kita bersahabat dengan alam, menjaga sungai, menanam pohon, dan merawat lingkungan, insya Allah alam pun akan bersahabat dengan manusia,” ucap Khairunas. Menutup pernyataannya, ia menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus hadir secara berkelanjutan bagi masyarakat terdampak. “Duka umat adalah duka Kementerian Agama. Negara harus hadir melalui doa dan tindakan nyata,” pungkasnya.
Sumber : kemenag.go.id

