Jakarta,isuenasional.com – Staf Khusus Menteri Agama bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, menekankan pentingnya literasi digital bagi seluruh Pranata Humas Kementerian Agama (Kemenag). Literasi digital dianggap sebagai benteng utama pertahanan informasi dan kunci sukses komunikasi publik di era digital.
Pernyataan ini disampaikan Ismail saat memberikan pengarahan kepada ratusan peserta Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas Kemenag di Jakarta, Kamis (4/12). Uji kompetensi tahap kedua ini berlangsung sejak 4 hingga 5 Desember 2025.
Menurut Ismail, penguasaan literasi digital merupakan kewajiban mutlak bagi humas di lembaga publik. Ia menyoroti data nasional yang menunjukkan literasi digital di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
“Literasi digital di Indonesia masih belum berada pada kategori yang baik. Kita memiliki pekerjaan rumah yang besar,” ujarnya.
Mengutip penelitian Komdigi bersama KataData, indeks literasi digital nasional saat ini berada di angka 3,6 dari skala 5. Angka ini menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi digital masih rentan. Kasus hoaks, penipuan online, dan penyebaran konten negatif menjadi bukti nyata rendahnya literasi digital.
Ismail menegaskan bahwa Pranata Humas Kemenag harus menjadi garda terdepan dalam mengatasi tantangan ini. Ia menguraikan lima pilar literasi digital yang harus dikuasai, yakni:
-
Digital Skill – kemampuan teknis dalam penggunaan teknologi digital
-
Digital Culture – pemahaman budaya digital
-
Digital Ethic – etika dalam bermedia sosial
-
Digital Safety – keamanan dalam dunia digital
-
Digital Religious – kemampuan menganalisis informasi digital melalui nilai-nilai keagamaan
Dalam konteks Digital Religious, Ismail menekankan prinsip tabayun dalam Islam. “Surat Al-Hujurat ayat 6 menegaskan, ‘Hai orang-orang yang beriman, kalau datang provokator membawa berita, maka tabayun-lah’,” tuturnya. Prinsip ini dijadikan pedoman untuk memeriksa, memvalidasi, dan menjamin kebenaran informasi sebelum disebarkan.
Ismail juga memberikan motivasi kepada peserta ujian. “Jangan terburu-buru dalam menjawab. Fokus pada masalah, pahami akarnya, lalu tentukan treatment komunikasi yang tepat,” pesannya.
Saat ini, Kemenag memiliki sekitar 1.200 Pranata Humas untuk melayani seluruh satuan kerja dari pusat hingga daerah. Ismail berharap, penguatan literasi digital akan mendorong komunikasi publik Kemenag lebih profesional ke depannya.
Untuk informasi layanan Kemenag lebih lengkap, kunjungi https://kemenag.go.id/layanan atau ikuti kanal WhatsApp Kemenag di https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S.
Sumber : Kemenag

