Isuenasional, Kupang – Bendungan Manikin tengah dipercepat pembangunannya sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan air, mendukung swasembada pangan, dan mengurangi risiko banjir. Dengan volume tampung 20,45 juta meter kubik, bendungan ini akan menyuplai air irigasi seluas lebih dari 570 hektar, termasuk wilayah Tuahanat, Manikin, dan Manumuti.
Selain itu, bendungan akan menyediakan air baku bagi Kota dan Kabupaten Kupang sebesar 700 liter per detik, sekaligus mendukung pembangkit listrik tenaga surya apung 29,8 MW dan mikrohidro 0,125 MW. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, menyebut Bendungan Manikin sebagai tulang punggung pengembangan pertanian di Bumi Flobamora, yang dapat meningkatkan Indeks Pertanian dari 200% menjadi 300%.
Pembangunan yang dimulai sejak 2019 dengan nilai anggaran lebih dari Rp2 triliun ini diharapkan menjadi sumber daya multifungsi—mengairi sawah, menyediakan air bersih, mengurangi banjir, sekaligus mendukung energi terbarukan. Pemerintah menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tapi juga upaya nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTT.
Dengan progres 66% saat ini, Bendungan Manikin menjadi simbol kerja nyata dalam program “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” untuk mewujudkan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat setempat diharapkan dapat merasakan manfaatnya melalui peningkatan produksi pangan, pengelolaan air yang lebih baik, dan akses energi yang lebih stabil.
sumber: PU

