Isuenasional, Tidore – Lapangan Desa Somahode dipenuhi semangat olahraga saat turnamen Somahode Cup VI berlangsung. Wakil Wali Kota Tidore, Ahmad Laiman, mengapresiasi kompetisi sebagai sarana menumbuhkan kebersamaan dan kerja keras di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Mari kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan melalui kegiatan yang positif seperti turnamen ini,” ujarnya. Ia juga memberi semangat kepada tim yang belum meraih kemenangan, menekankan bahwa kalah atau menang adalah bagian dari proses belajar.
Bagi para juara, Wawali menyampaikan apresiasi. “Selamat kepada tim yang berhasil membawa piala kemenangan. Tetap kobarkan semangat untuk kompetisi berikutnya,” tambahnya. Ahmad Laiman menegaskan bahwa olahraga sepak bola mengajarkan lebih dari sekadar kemenangan, tetapi juga nilai kebersamaan dan kerja keras.
Turnamen ini diikuti berbagai tim lokal dan regional. Grand final berlangsung dramatis antara SSB Juanga Sofifi melawan SSB Putra USDEK dari Desa Ampera. Adu penalti membawa SSB Juanga Sofifi menjadi juara dengan skor 4–2. Juara II diraih SSB Putra USDEK, sementara Juara III bersama diberikan kepada SSB Tunas Mandiri (Halmahera Utara) dan Tim Vilaray (Kelurahan Gurabati, Tidore). Setiap tim memperoleh trofi dan uang pembinaan.
Penghargaan individu juga diberikan: Faujil Junaidi (SSB Garuda Halmahera) sebagai Top Skor, dan M. Fitra Samsu (SSB Putra USDEK) sebagai pemain terbaik. Ketua panitia, Risaldi Tosofu, menegaskan tujuan turnamen untuk memupuk kebersamaan serta melahirkan bibit baru di cabang olahraga sepak bola.
Turnamen Somahode Cup VI menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi medium positif untuk mempererat persatuan, menumbuhkan disiplin, dan membentuk karakter generasi muda Tidore.
Sumber: Infopublik.id

