Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » “Pulang ke Dalam Diri”: Ruang Pemulihan Jiwa untuk Masyarakat Lebih Tangguh
Daerah

“Pulang ke Dalam Diri”: Ruang Pemulihan Jiwa untuk Masyarakat Lebih Tangguh

IsueNasionalBy IsueNasionalApril 18, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
“Pulang ke Dalam Diri”: Ruang Pemulihan Jiwa untuk Masyarakat yang Lebih Tangguh. Foto: Dok Sekolah Merdeka Indonesia Yogyakarta
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilasinformasi.com, Sleman, – Di tengah ritme hidup modern yang kian cepat dan sering kali menekan, kebutuhan akan ruang pemulihan menjadi sangat relevan. Menjawab keresahan itu, hadir sebuah inisiatif inspiratif bertajuk “Pulang ke Dalam Diri”, sebuah workshop self-healing yang akan digelar pada awal Mei 2025 di Pendopo Satuati, Sleman, Yogyakarta.

Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara HP Management, Sekolah Merdeka Yogyakarta, dan seniman batik lukis Tamansari. Tiga tokoh utama di balik gerakan ini adalah Pulung W. Pinto dan Haryadi Baskoro dari HP Management, Sumiyar Mahanani dari Sekolah Merdeka, serta Lek Iwon sebagai pembatik yang akan membimbing proses artistik dalam sesi terapi membatik.

“Pulang ke Dalam Diri” lebih dari sekadar pelatihan pengembangan pribadi. Ia adalah ruang aman untuk merefleksi dan menyembuhkan. Lewat pendekatan psikologi modern dan praktik mindfulness, peserta diajak untuk menyelami emosi terdalam, melepaskan beban masa lalu, dan membangun kembali koneksi sehat dengan diri mereka sendiri.

Lek Iwon dan team bersama Dr. Haryadi Baskoro membatik di Kedai Satuati Foto Herman

Yang membuat program ini unik adalah penyatuan pendekatan psikologis dengan seni tradisional. Membatik, dalam hal ini, bukan hanya menjadi kegiatan kreatif, melainkan juga sarana meditatif. Setiap goresan malam di atas kain adalah simbol dari proses dialog batin, ekspresi luka, dan upaya menyembuhkannya.

Baca Juga, Kilasinformasi: Gerakan Kebangsaan Indonesia Terang Resmi Diluncurkan

Tujuan utama workshop ini adalah membangkitkan keutuhan jiwa. Manusia yang telah berdamai dengan dirinya akan mampu memimpin, berelasi, dan berkarya dengan cara yang lebih sehat. Mereka tidak lagi digerakkan oleh luka, tapi oleh cinta dan kesadaran. Ini penting dalam membentuk masyarakat yang lebih bijak, empatik, dan saling menguatkan.

Manfaat konkret dari proses pemulihan ini mencakup:

  • Stabilitas emosional dalam menghadapi tekanan hidup

  • Kejernihan berpikir untuk membuat keputusan yang tepat

  • Produktivitas dan kreativitas yang meningkat

  • Motivasi untuk hidup lebih bermakna

  • Potensi memutus mata rantai trauma antar generasi

  • Kontribusi pada bangsa yang lebih sehat, dimulai dari individu yang utuh

Pulung W. Pinto, Founder HP Management, menekankan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial.

“Kami percaya bahwa kesuksesan sejati berangkat dari keutuhan batin,” ujarnya.

Workshop ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal menciptakan pemimpin masa depan yang sehat secara emosional.

Baca Juga, Kilasinformasi: Menjelang Peluncuran Resmi, GKIT Gencar Gaungkan Semangat Kebangsaan lewat Kolaborasi

Sementara itu, Haryadi Baskoro melihat Yogyakarta sebagai tempat yang selaras dengan semangat program ini.

“Kota ini menyimpan energi budaya yang menyembuhkan, sangat cocok menjadi ruang refleksi dan pembaruan diri,” ungkapnya.

Sumiyar Mahanani menambahkan bahwa self-healing bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. “Individu yang pulih akan menjadi pribadi yang lebih sadar, tenang, dan penuh cinta tanpa syarat,” katanya.

Sedangkan Lek Iwon menyebut membatik sebagai bentuk percakapan batin yang dapat menyembuhkan jiwa.

“Pulang ke Dalam Diri” terbuka untuk siapa saja : pejabat, pemimpin, guru, profesional, atau siapa pun yang merasa perlu mengambil jeda untuk menyapa kembali dirinya. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar, karena ketika individu pulih, masyarakat ikut tumbuh, dan bangsa pun menjadi lebih kuat.(Herman)

batik dan mindfulness indonesia pulih Kesehatan Mental keutuhan jiwa lek iwon pelatihan batin pemulihan psikologis pengembangan diri pulung w. pinto refleksi diri self healing sumiyar mahanani workshop self healing Yogyakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGerakan Kebangsaan Indonesia Terang Resmi Diluncurkan
Next Article Santri Al-Hamidiyah Wakili Indonesia di AYIMUN Bangkok
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026
Berita Unggulan

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026
Berita Unggulan

Bupati Muara Enim Apresiasi Dandim 0404, Sertijab Jadi Momentum Perkuat Sinergi TNI

April 21, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

  🔥 BANGUN SOLIDITAS DAN KOMITMEN, PANITIA RAT KOSETA SIAP BERGERAK TOTAL MENUJU KESUKSESAN  

April 21, 2026 Nasional

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026 Berita Unggulan

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026 Berita Unggulan
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026165 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

  🔥 BANGUN SOLIDITAS DAN KOMITMEN, PANITIA RAT KOSETA SIAP BERGERAK TOTAL MENUJU KESUKSESAN  

April 21, 2026

Hari Jadi ke-27 Banjarbaru: Perayaan Rakyat hingga Visi Kota Emas Menguat

April 21, 2026

DPRD Seruyan Soroti LKPJ 2025, Fokus Perbaikan Pendidikan hingga PAD

April 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.