Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Wisata
Subscribe
Isue Nasional – AKtual,Informatif,TerpercayaIsue Nasional – AKtual,Informatif,Terpercaya
Beranda » Kemenag Targetkan Peningkatan 10% Zakat Nasional 2025
Berita Unggulan

Kemenag Targetkan Peningkatan 10% Zakat Nasional 2025

IsueNasionalBy IsueNasionalMaret 19, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kemenag menargetkan peningkatan pengumpulan zakat nasional 10% pada 2025, dengan fokus pada optimasi distribusi dan pemanfaatan teknologi untuk mempermudah akses. foto : kemenag
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kilasinformasi.com, 19 Maret 2025, – Pada 18 Maret 2025, Kementerian Agama (Kemenag) mengungkapkan target ambisius untuk meningkatkan pengumpulan zakat nasional sebesar 10% pada tahun 2025. Saat ini, total zakat yang berhasil dihimpun mencapai angka Rp42 triliun, meskipun potensi yang ada diperkirakan jauh lebih besar, yaitu sekitar Rp327 triliun. Pencapaian ini masih sangat jauh dari potensi maksimal, dan Kemenag berencana untuk memaksimalkan kontribusi zakat dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, dalam acara Training of Facilitator (ToF) Pembinaan Lembaga Zakat dan Wakaf di Jakarta. Dalam sambutannya, Abu menekankan pentingnya semangat kolektif dalam mendorong pengumpulan zakat agar target tersebut dapat tercapai.

Baca Juga, Kilasinformasi : Menag: Zakat Bisa Atasi Kemiskinan Ekstrem dengan DTSEN

Fokus pada Peningkatan Kualitas dan Efektivitas Penyaluran Zakat

Namun, Abu juga mengingatkan bahwa meningkatkan jumlah zakat yang terkumpul saja tidak cukup. Menurutnya, fokus utama harus tetap pada efektivitas distribusi zakat itu sendiri. Salah satu cara untuk memastikan penyaluran zakat tepat sasaran adalah dengan memanfaatkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan menggunakan data ini, Kemenag berharap zakat bisa disalurkan dengan lebih tepat kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, menghindari tumpang tindih dengan bantuan sosial dari pemerintah.

“DTSEN menjadi alat yang sangat penting untuk memastikan dana zakat sampai kepada penerima yang berhak, tanpa terpengaruh oleh program bantuan sosial lainnya yang juga ada,” kata Abu.

Selain itu, Abu juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan zakat. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat, lembaga zakat harus mampu menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Jika masyarakat yakin bahwa zakat dikelola dengan baik, mereka akan lebih terdorong untuk menyumbangkan sebagian hartanya.

Mengoptimalkan Teknologi dalam Penghimpunan Zakat

Di era digital saat ini, Kemenag juga mengajak lembaga zakat untuk berinovasi dalam metode penghimpunan zakat. Abu menyarankan agar lembaga zakat memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah proses pembayaran zakat, sehingga semakin banyak orang yang bisa berpartisipasi.

“Era digital memberikan peluang besar bagi kita untuk menciptakan cara-cara baru dalam penghimpunan zakat yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat,” ujar Abu. Inovasi semacam ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi umat Islam untuk berzakat, tanpa harus terhalang oleh kendala geografis atau teknis.

Baca Juga, Kilasinformasi : Pesantren Ramadan : Membangun Karakter Lewat Moderasi dan Ibadah

Abu juga mengungkapkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal. Sinergi ini, katanya, akan memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, yang tidak hanya bertujuan untuk membantu sesaat, tetapi juga untuk menciptakan kemandirian jangka panjang bagi masyarakat miskin.

“Zakat tidak hanya sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang memampukan masyarakat miskin untuk mandiri,” tambahnya.

Kemenag berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga zakat di seluruh Indonesia. Menurut Abu, penting untuk terus melakukan perbaikan dalam sistem penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian zakat agar dana umat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dampak Positif Bagi Kemiskinan dan Kesejahteraan Umat

Dengan peningkatan pengumpulan dan distribusi zakat yang lebih optimal, diharapkan zakat dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat Islam di Indonesia. Abu menyimpulkan, “Zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga sebuah cara untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat perekonomian umat secara berkelanjutan.”

Ke depannya, dengan pengelolaan yang lebih baik, diharapkan dana zakat bisa menjadi sumber daya yang lebih efektif dalam memberdayakan masyarakat miskin, sehingga mereka dapat merasakan manfaat zakat dalam jangka panjang.

sumber : Kemenag

distribusi zakat Kemenag 2025 optimasi zakat pemberdayaan ekonomi berbasis zakat pengumpulan zakat teknologi digital zakat zakat Indonesia. zakat nasional
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenhub Tekankan Tiga Aspek Utama Kesuksesan Angkutan Lebaran 2025
Next Article KPU Batang Siap Kembalikan Sisa Anggaran Pilkada ke Kas Daerah
IsueNasional
  • Website

Related Posts

Berita Unggulan

TMMD Sengkuyung Tahap II di Batang Dimulai, Percepat Infrastruktur dan Pemberdayaan Desa

April 23, 2026
Berita Unggulan

Sekda Pontianak Tekankan Data Valid dan Mutakhir untuk Kebijakan Tepat Sasaran

April 23, 2026
Berita Unggulan

Singkawang Tancap Gas Infrastruktur Digital, Cakupan Broadband Tembus 100 Persen

April 23, 2026
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Janji Palsu? UMKM Sawit Kecewa, Transport Tak Ada, Parkir Tak Sedia, Hanya Mahasiswa yang Diuntungkan?

April 24, 2026 Daerah

Waspada Jeratan Calo! 5 Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Jadi Benteng Pertahanan Lawan TPPO  

April 23, 2026 Daerah

Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Tiga Kalurahan di Sentolo Dicanangkan sebagai Desa Cantik

April 23, 2026 Daerah
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Populer

Perkuat Sinergi, Mandiri Utama Finance Gelar Employee Gathering “Unity To Glory” di Yogyakarta

Februari 10, 2026226 Views

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

April 13, 2026165 Views

Jaga Tradisi Leluhur, Ratusan Trah Sultan HB II Gelar Nyadran di Makam Raja-Raja Kotagede

Februari 8, 2026137 Views
Terbaru

Janji Palsu? UMKM Sawit Kecewa, Transport Tak Ada, Parkir Tak Sedia, Hanya Mahasiswa yang Diuntungkan?

April 24, 2026

Waspada Jeratan Calo! 5 Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Jadi Benteng Pertahanan Lawan TPPO  

April 23, 2026

Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Tiga Kalurahan di Sentolo Dicanangkan sebagai Desa Cantik

April 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
© 2026 isuenasional.com

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.